Laporan Penelitian Dosen
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI GAYA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS V SDN SENDANGREJO II BLORA
ABSTRAKSI
Karina. 2018 : Peningkatan Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Materi Gaya Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas V SDN Sendangrejo II Blora
Pembimbing : Dr. Dede Nuraida, M.Si
Kata Kunci : Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam, Keterampilan Proses Sains, Metode Eksperimen
Berdasarkan observasi dan hasil wawancara dengan guru bidang studi IPA di SDN Sendangrejo II, diperoleh informasi bahwa hasil belajar sebagian besar siswa dalam mata pelajaran IPA tergolong masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu metode eksperimen. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas V SDN Sendangrejo II (2) Mendeskripsikan aktivitas siswa kelas V SDN Sendangrejo II (3) Mendeskripsikan aktivitas guru siswa kelas V SDN Sendangejo II (4) Mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa kelas V SDN Sendangejo II
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus yang dilaksanakan pada siswa kelas V SDN Sendangrejo II kecamatan Bogorejo kabupaten Blora. Siklus I dan siklus II terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes dan non tes, teknik non tes terdiri atas observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya dan keterampilan proses sains pada siswa kelas V di SDN Sendangrejo II kecamatan Bogorejo kabupaten Blora tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I skor rata-rata kelas sebesar 74,16 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 58,3%, pada siklus II meningkat menjadi skor rata-rata 89,58 dengan persentase ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 100%. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 71,7% pada siklus I menjadi 77,73% pada siklus II. Aktivitas guru meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 83,7% pada siklus II. Keterampilan proses sains siswa meningkat dari 68,9% pada silus I menjadi 77,54% pada siklus II.
No other version available