Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI TEKNIK MEMBUAT APLIKASI NERACA LAJUR DI SMK NEGERI 2 TUBAN TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAKSI
Retnowati, Henik 2015 : Penerapan Model Pembelajaran Explicit Instruction Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada Materi Teknik Membuat Aplikasi Neraca Lajur di SMK Negeri 2 Tuban Tahun Ajaran 2014/2015
Pembimbing : Dra. Henny Sri Astuti, M.Pd
Kata Kunci : Model Pembelajaran Explicit Instruction, Aktivitas Belajar, Hasil belajar.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang terjadi saaat kegiatan belajar mengajar berlangsung selama di SMK Negeri 2 Tuban khususnya kelas X Ak-3. Lemahnya aktivitas guru yang membuat siswa kurang bersemangat dalam proses belajar, keadaan komputer yang kurang memadai akibat dari mesin komputer yang selalu bermasalah. Selain itu, kurangnya pemahaman siswa selama proses pembelajaran spreadsheet terutama pada materi neraca lajur. Hal ini membuat hasil belajar siswa belum mencapai KKM yaitu 80. Oleh karena itu, pada Penelitian ini peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran Explicit Instruction untuk meningkatkna proses dan hasil belajar siswa.
Tujuan umum Penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Explicit Instruction. Model ini merupakan salah satu alternatif pembelajaran komputer terutama Paket Program Pengolah Angka (Spreadsheet) untuk memperbaiki proses dan hasil belajar pada materi teknik membuat aplikasi neraca lajur. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Lokasi Penelitian ini di SMK Negeri 2 Tuban kelas X AK-3 yang berjumlah 35 siswa pada semester genap. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif.
Menurut Arends dalam Trianto (2011:29) model explicit instruction adalah salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang aktivitas belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yang terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah.
Hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas guru dinilai memiki tingkat prosentase yang sangat baik. Hal ini berdasarkan atas nilai yang diberikan kepada observer yaitu pada siklus I prosentase yang diperoleh 90%, siklus II mencapai 92,5%, sedangkan pada siklus III mencapai 95%. Untuk aktivitas belajar siswa dinilai memiliki kriteria yang baik. Hal ini didasarkan pada nilai yang diberikan observer yaitu pada siklus I mencapai 59% meningkat pada siklus II dengan prosentase mencapai 65% dan pada siklus III mencapai 80%. Dengan diterapkannya model pembelajaran explicit instruction hasil belajar siswa meningkat dan mencapai ketuntasan belajar yaitu 80. Hal ini ditunjukkan sebelum diterapkan model pembelajaran explicit instruction prosentasi nilai yang diperoleh mencapai 45%. Setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran explicit instruction pada Siklus I, II, dan III prosentasi hasil belajar meningkat.
No other version available