Laporan Penelitian Dosen
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MATERI JENIS-JENIS PEKERJAAN MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS III SEMESTER 2 SDN PANYURAN 1 KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAKSI
Afiah, Kiswatul.2018 : Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Jenis-jenis Pekerjaan Melalui Model Snowball Throwing Pada Siswa Kelas III Semester2 SDN Panyuran 1 Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018?
Pembimbing : Dr. Yudi Supiyanto, M. Pd, MM
Kata Kunci : Model Pembelajaran Snowball Throwing, Hasil Belajar IPS
Pada pelaksanaan Pra Siklus materi Jenis-jenis Pekerjaan kelas III SDN Panyuran 1 masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, KKM yang ditentukan adalah 75, terdapat 65% dari 20 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, salah satu permasalahan yang terjadi yaitu tidak tepatnya pendidik dalam pembelajaran. Sehingga peneliti berusaha memperbaiki pembelajaran dengan menerapan model pembelajaran Snowball Throwing, untuk merubah pembelajaran yang selama ini banyak dilaksanakan oleh para pendidik, sebab dengan model pembelajaran Snowball Throwing juga sebagai sumber pengetahuan bagi dirinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi Jenis-jenis Pekerjaan pada siswa kelas III semester 2 SDN Panyuran 1 Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018.
Penelitian ini menggunakan jenis PTK yang dilaksanakan pada siswa kelas III SDN Panyuran 1 dengan jumlah 20 siswa. Penerapan model pembelajaran Snowball Throwing ini terdiri dari 2 siklus, dan disetiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Lembar penggunaan instrument ini adalah tes, observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas III SDN Panyuran 1 setelah menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing pada siklus I maupun siklus II. Berdasarkan hasil tes dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Snowball Throwing, siswa yang mencapai nilai > 75 sebesar 60% pada siklus I dan meningkat menjadi 90% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar tersebut terjadi setelah adanya perbaikan tindakan pada siklus II yaitu guru membagi kelompok menjadi lebih jelas, angota kelompok diperkecil jumlahnya, dan pemberian reward kepada siswa yang tenang. Tindakan diberhentikan pada siklus II karena telah mencapai kriteria keberhasilan.
No other version available