Peng.Masy. Prodi ilmu Politik
ANALISA PENGENDALIAN DAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KANTONG SEMEN PASTED KRAFT DENGAN MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DI PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Tuban
ABSTRAK
Nama : Vaisal Echo Soesilho
Judul : Analisa Pengendalian dan Perbaikan kualitas Produk Kantong Semen Pasted kraft Dengan Menggunakan Metode Statistical Process Control (SPC) dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Di PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Tuban.
Pembimbing : Abdul Wahid Nuruddin S.T., M.T.
PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) adalah perusahaan yang bergerak dalam industri kantong semen, yang berlokasi di Desa Socorejo Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Perusahaan PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) memproduksi per hari sekitar 80.000 kantong jenis pasted kraft. Kerusakan produk terjadi pada saat kraft lembab, pencetakan logo, pengeleman, dan akibat mesin. Tujuan dari permasalahan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan atau kecatan pada kantong semen jenis Pasted kraft dengan menggunakan metode Statistical Process Control (SPC) dan mencari titik kesalahan dengan metode FMEA sehingga hasil dari rekomendasi bisa dibuat usulan perbaikan kepada pihak PT. Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG).
Dari hasil diagram pareto penyebab cacat kantong semen jenis Pasted kraft adalah cacat lem 62,6%, cacat printing 33,4 %, dan cacat kraft lembab 4%, sehingga cacat lem dan cacat printing menjadi faktor penyebab yang perlu mendapat prioritas perbaikan. Penyebab terjadinya cacat lem dikarenakan Viskositas lem rendah, Arus pengeleman macet, dan Glue wall aus. Penyebab terjadinya cacat printing dikarenakan Viskositas tinta tinggi, Klise aus, dan Bearing aus. Penyebab cacat lem tertinggi dikarenakan mesin dengan RPN (384) dengan usulan perbaikan, Untuk pekerja sering - sering melakukan pengecekan terhadap mesin, terutama di cross pasting, dan pasting, dan dibersihkan bagian lem yang sudah ada di mesin supaya biar tidak berkerak atau mengeras dan dilihat apakah suhu didalam batas standart produksi atau tidak. Dan untuk penyebab cacat printing tertinggi dikarenakan mesin dengan RPN (384) dengan usulan perbaikan, Kalo komponen mesin sudah mendekati ausnya atau batasnya segeralah melaporkan ke pihak maintenance, supaya pergantian tidak menunggu lama sehingga meminimalkan waktu yang terbuang dan bisa menggejar target produksi.
Kata Kunci : Pengenalian dan berbaikan kualitas, SPC, FMEA
No other version available