Multimedia
KEANEKARAGAMAN SERANGGA AIR SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR LAHAN PASCA TAMBANG TANAH LIAT INDUSTRI SEMEN DI KABUPATEN TUBAN
ABSTRAK
Khodriyah, Rokaniyyatul. 2018 :
Keanekaragaman Serangga Air sebagai
Bioindikator Kualitas Air Lahan Pasca
Tambang Tanah Liat Industri Semen di
Kabupaten Tuban
Pembimbing : Riska Andriani, M. Si.
Kata Kunci :
Serangga Air, Keanekaragaman,
Bioindikator, Lahan Pasca Tambang
Tanah Liat
Kabupaten Tuban memiliki banyak industri, salah satunya semen. Dari kegiatan industri semen banyak dihasilkan cekungan bekas tambang tanah liat yang akhirnya terisi oleh air. Agar dapat memanfaatkan lahan secara optimal harus dilakukan pengukuran kualitas air, salah satunya dengan menggunakan serangga air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan indeks keanekargaman dan mengetahui keanekaragaman serangga air di lahan pasca tambang tanah liat industri semen di Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasi. Pengambilan sampel serangga air dilakukan di tiga transek dengan masing-masing transek tiga plot. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari-Mei tahun 2018. Pengambilan sampel serangga air dilakukan dengan pond net. Hasil rata-rata pengukuran parameter fisika kimia perairan yaitu suhu 33,26?C, pH 8,5, DO 3,11 mg/L, dan BOD 0,95 mg/L. Organisme yang didapatkan dari penelitian ini terdiri dari 71 individu yang terdiri dari 23 genus, 17 famili, dan 7 ordo. Dari jumlah tersebut kemudian diperoleh hasil rata-rata tiap transek indeks keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar 1,468. Indeks Dominansi Simpson sebesar 0,282. Indeks Kemerataan sebesar 0,909. Dan Indeks Morisita sebesar 0,521. Kategori kualitas air lahan pasca tambang tanah liat industri semen di Kabupaten Tuban adalah tercemar sedang, hal tersebut karena H? sebesar 1,468 atau masuk dalam rentang keanekaragaman 1,0-1,6 yang berarti keanekaragaman serangga rendah.
No other version available