BUKU
DAMPAK MODERNIASI TERHADAP MENTALITAS GENERASI MUDA DI DESA JAROREJO KECAMATAN KEREK KABUPATEN TUBAN TAHUN 2017
ABSTRAKSI
Dea Elfiati, 2017 : Dampak Modernisasi terhadap Mentalitas Generasi Muda di
Desa Jarorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban
Pembimbing : Dr. H. Djoko Apriono, M.Pd dan Dr. Usep Supriatna, M.Pd.
Kata Kunci : Modernisasi, Mentalitas, Generasi Muda
Penelitian ini berjudul dampak modernisasi terhadap mentalitas generasi muda di Desa Jarorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Perubahan mentalitas generasi muda merupakan salah satu dari perubahan sosial yang memandang penyimpangan cara hidup yang telah diterima, disebabkan oleh perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, ideologi atauterjadinya penemuan baru dalam kehidupan manusia.
Permasalahan dalam penelian ini adalah dampak modernisasi terhadap mentalitas generasi muda di Desa Jarorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban dengan fokus penelitian untuk mengetahui dampak penggunaan smartphone terhadap mentalitas generasi muda di Desa Jarorejo Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk karakter generasi muda sehingga memiliki mentalitas yang baik.
Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menentukan informan yang akan dipilih yaitu lima generasi muda dari jumlah keseluruhan 1.077 generasi muda di Desa Jarorejo dengan kriteria memiliki smartphone dan berusia antara 16-30 tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini setelah dilakukan wawancara terhadap generasi muda menunjukkan bahwa sebagian besar generasi muda di Desa Jarorejo telah terkena dampak dari modernisasi. Akibat penggunaan smartphone sangat berpengaruh terhadap mentalitas mereka sehingga menimbulkan nila-nilai, norma, kebudayaan, gaya hidup, dan cara berpikir yang baru bagi generasi muda. Mereka jadi malas bersosialisasi, lunturnya jiwa sosial, individualistis, sehingga menggeser jati diri mereka yang memiliki norma dan budi pekerti yang luhur.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah modernisasi bukanlah gaya hidup yang kebarat-baratan melainkan tetap menjaga kekhasan kita sebagai jati diri bangsa Indonesia. Keluarga adalah tempat pertama anak mendapatkan asuhan dan pendidikan. Orang tua harus memberikan pendidikan agama sejak dini sebagai pedoman generasi muda di masa mendatang agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal buruk yang tidak diinginkan dan merusak mentalitas generasi muda di era modernisasi dan menjadi teladan yang baik bagi anaknya.
No other version available