Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS IV MI BUSTANUL ULUM TREPAN KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAKSI
Wahyuningtyas, Rusmayasari. 2018 : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Siswa Kelas IV MI Bustanul Ulum Trepan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018
Pembimbing : Dr. Sumadi, M.Pd.
Kata Kunci : Model TAI, Hasil Belajar IPS
Pembelajaran Ilmu Pengetahuam Sosial (IPS) dapat dikatakan berhasil apabila semua tujuan pembelajaran yang telah ditentukan dapat tercapai. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di MI Bustanul Ulum Trepan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, terdapat beberapa permasalahan yang terjadi selama proses pembelajaran Ilmu Pengetahuam Sosial (IPS). Permasalahan tersebut adalah rendahnya aktivitas guru, aktivitas belajar siswa, serta hasil belajar siswa.
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada siswa kelas IV MI Bustanul Ulum Trepan Babat Lamongan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.
Penelitian ini dilaksanakan di MI Bustanul Ulum Trepan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2017/2018. Subyek dalam penelitianya adalah siswa kelas IV yang berjumlah 20 siswa yang terdiri dari 10 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus. Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Maret 2018 sedangkan siklus II dilaksanakan pada hari Kamis, 12 April 2018.
Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, aktivitas guru pada siklus I meningkat menjadi 78 % dan pada siklus II neningkat menjadi 84% dengan kategori Sangat baik. Aktivitas belajar siswa pada siklus I meningkat menjadi 70% dan pada siklus II meningkat menjadi 85% dengan kategori sangat aktif. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa klasikal yaitu pada kondisi awal/sebelum tindakan sebesar 40% dengan kriteria belum tuntas, dan mengalami kenaikan pada siklus I sebesar 70% dengan kriteria tuntas, dan pada siklus II sebesar 90% dengan kriteria tuntas. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal sudah berhasil dicapai sesuai pada target awal yaitu 70% - 80%, siswa dapat mendapat nilai lebih dari KKM yang telah di tentukan sebelum penelitian.
No other version available