Multimedia
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENAMBAT NITROGEN NON SIMBIOTIK PADA LAHAN TEBU (Sacharum officinarum L.) PTPN XI SURABAYA
ABSTRAK
Ma?rufah, Nurul. 2018 : Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Penambat Nitrogen Non Simbiotik pada Lahan Tebu (Sacharum officinarum L.) PTPN XI Surabaya
Pembimbing : Sriwulan, S.Pd., M.Si.
Kata Kunci : Bakteri Penambat Nitrogen Non Simbiotik, YEMA (Yeast Ekstrak Manitol Agar), Lahan Perkebunan Tebu PTPN XI, Kemampuan Menambat Nitrogen
Beberapa mikroba yang terdapat di rhizosfer lahan perkebunan tebu dikenal mampu mengikat nitrogen bebas (N2) dari atmosfer dan mengubahnya menjadi ammonia (NH3). Selain itu juga dapat membantu pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu bakteri penambat nitrogen yang terdapat pada rhizosfer di lahan perkebunan tebu sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan tanaman akan unsur N. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bakteri penambat nitrogen non simbiotik di lahan perkebunan tebu PTPN XI yang telah diisolasi dan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri penambat nitrogen dari lahan perkebunan tebu PTPN XI dalam menambat nitrogen. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi. Penelitian ini dilakukan dari bulan April-Mei 2018. Pengambilan sampel dilakukan di lima tempat dengan menggunakan sekop dan plastik. Media yang digunakan untuk isolasi ialah media YEMA (Yeast Ekstrak Manitol Agar). Isolat yang dipilih merupakan isolat yang dapat membentuk zona bening. Isolasi bakteri penambat nitrogen non simbiotik menghasilkan enam isolat terpilih yang kemudian dimurnikan untuk uji karakterisasi makroskopis, mikroskopis, uji biokimia, dan uji kemampuan menambat nitrogen. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa enam isolat tersebut diduga mempunyai ciri yang sama dengan genus Azotobacter, Bacillus, dan Clostridium. Isolat bakteri yang mempunyai kemampuan dalam menambat nitrogen non simbiotik ditandai dengan adanya zona bening yang terbentuk di sekitar bakteri yang tumbuh pada media YEMA-Red, yaitu isolat dengan kode ED2 10-4 dan VINACE 10-4 (2) dengan nilai rasio zona bening sebesar 1,33 mm dan 1,75 mm.
No other version available