Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBILANG ANGKA 1-10 DENGAN MEDIA PUZZLE PADA ANAK KELOMPOK A RA NURUL HUDA SUMURGENENG JENU TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Abstraksi
Gendhukdewimaisyaroh2017: Peningkatan Kemampuanmembilang
Angka 1-10 dengan media puzzle padaanak
TK A RA nurulhudadesasumurgeneng
Kecamatanjenukabupatentuban
Pembimbing :1. Dra. Henny Sri astuty,M.Pd
2. Allan Firman jaya,S.psi,M,Pd
Kata Kunci :Membilangangka,Media Puzzle
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membilang melalui kegiatan bermain puzzle pada kelompok A RA nurulhuda sumurgeneng Kecamatan Jenu kabupaten Tuban. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam membilang angka pada anak Kelompok A RA nurulhuda desasumurgeneng Kecamatan Jenu.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan menggunakan model Ari Kunto dkk. Subjek penelitian adalah anak Kelompok A yang berjumlah 17 anak. Objek penelitian ini adala h membilang angka. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi adalah data dilakukan secara diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu jika minimal 85% dari 17 anak memiliki criteria membilang dengan kriteria sangat baik. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membilang angka 1-10
Dengan media puzzle dilakukan melalui 1) Perilaku terhadap lingkungan , perilaku yang berhubungan dengan orang lain, perilaku yang berhubungan dengan diri sendiri, Perilaku yang berhubungan dengan tugas kelompok. Tindakan tersebut dapat meningkatkan ketrampilan sosial anak. Pada saat dilakukan observasi Pra Survey sebesar 42% masih menunjukkan bahwa hasil pelaksanaan masih kurang dari indikator keberhasilan yang ditentukan bahwa berada pada kriteria yang belum muncul, pada siklus I sebesar 47% menunjukkan adanya peningkatan namun belum mencapai indikator yang ditentukan karena masih berada pada kriteria mulai muncul dan pada siklus II sebesar 71% Perolehan presentase pada siklus II menunjukkan bahwa ketrampilan sosial anak belum mencapai indikator yang ditentukan karena masih berada pada kriteria berkembang sesuai harapan. Dan pada siklus III sebesar 86% menunjukkan bahwa ketrampilan sosial anak sudah mencapai indikator yang ditentukan karena berada pada kriteria berkembang sangat baik. Maka pelaksanaan penelitian dihentikan.
No copy data
No other version available