TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PROFIL KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BERBENTUK OPEN-START DITINJAU DARI PERBEDAAN KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA
ABSTRAK
Tambah Muslim, 2018 : Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Berbentuk Open-Start Ditinjau dari Perbedaan Kemampuan Matematika Siswa
Pembimbing : 1. Mu?jizatin Fadiana, S.Si, M.Pd
2. Puji Rahayu, M.Pd
Kata Kunci : open-start, kemampuan matematika, pemecahan masalah
Masalah matematika berbentuk open-start merupakan masalah matematika yang memiliki bermacam-macam metode pemecahan tetapi hanya memiliki satu jawaban. Permasalahan matematika berbentuk open-start ini dapat dipecahkan atau dikerjakan ketika siswa menerima informasi sesuai dengan kemampuan matematika yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk open-start ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII-G SMP Negeri 2 Kragan semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: tes kemampuan matematika, tes pemecahan masalah matematika berbentuk open-start dan wawancara. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk open-start ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika siswa yaitu siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah pada tahap memahami masalah mampu menuliskan apa yang diketahui dan yang ditanyakan pada soal serta mampu menyebutkan hubungan antara dua konsep matematika, akan tetapi informasi yang diberikan kurang lengkap. Siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah memiliki rencana pemecahan masalah pada tahap merencanakan pemecahan masalah, sedangkan pada tahap menyelesaiakan masalah dapat dikerjakan sesuai dengan rencana. Siswa berkemampuan matematika tinggi dan rendah hasil penyelesaiannya tidak tepat dan pada tahap memeriksa kembali tidak dilaksanakan. Siswa berkemampuan sedang pada tahap memeriksa kembali dilakukan dengan menyeluruh. Temuan lain siswa berkemampuan tinggi lebih tenang dalam mengerjakan tes tulis, siswa berkemampuan sedang ketika mengerjakan soal terlihat menggerak-gerakkan bibir dan lebih detail dalam menjawab wawancara, siswa berkemampuan rendah terlihat lambat dalam memahami dan mengerjakan tes tulis.
No other version available