Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE PADA MATERI PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIAUNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SEMESTER II MATA PELAJARAN IPS SDN NGUJURAN II KECAMATAN BANCAR KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAKSI
Putranto, Aloysius Eko 2018 : Penerapan Model Pembelajaran Scramble Pada
Materi Persiapan Kemerdekaan Indonesia untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V
Semester II Mata Pelajaran IPS SDN Ngujuran
II Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018.
Pembimbing : Dr. Yudi Supiyanto, M. Pd, MM
Kata Kunci : Model Pembelajaran Scramble, Hasil Belajar
IPS
Pada pelaksanaan Pra Siklus siswa kelas V SDN Ngujuran II Bancar masih banyak siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, KKM yang ditentukan adalah 70, terdapat 68% dari 25 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM, salah satu permasalahan yang terjadi yaitu tidak tepatnya pendidik dalam pembelajaran. Sehingga peneliti berusaha memperbaiki pembelajaran dengan menerapan model pembelajran scramble, untuk merubah pembelajaran yang selama ini banyak dilaksanakan oleh para pendidik, sebab dengan model pembelajaran scramble juga sebagai sumber pengetahuan bagi dirinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas V semester II SDN Ngujuran II Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan subjek 25 siswa. Dalam teknik pengumpulan data ini, peneliti menggunakan teknik tes, teknik observasi, teknik dokumentasi dan teknik wawancara.
Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar IPS, setelah menggunakan model pembelajaran scramble pada siklus I maupun siklus II. Berdasarkan hasil aktivitas siswa, aktivitas guru dan juga hasil tes dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran scramble. Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 57% sedangkan siklus II meningkatan sebesar 90%, aktivitas guru pada siklus I 60% meningkat menjadi 86% pada siklus II, begitu juga dengan hasil tes siswa yang mencapai nilai > 70 sebesar 72% pada siklus I dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Peningkatan hasil belajar terjadi setelah adanya perbaikan tindakan pada siklus II yaitu guru membagi kelompok, anggota kelompok diperkecil jumlahnya, dan pemberian reward kepada siswa yang tenang. Tindakan diberhentikan pada siklus II karena telah mencapai kriteria keberhasilan.
No other version available