Laporan Penelitian Dosen
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI SIFAT CAHAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS V SDN 2 KARANGMANGU KECAMATAN SARANG KABUPATEN REMBANG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAKSI
Andriyanto. 2018 : Peningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Sifat Cahaya melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning pada Siswa Kelas V SDN 2 Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang Semester II.
Pembimbing : Saeful Mizan, M.Pd dan Anggun Winata, M.Pd
Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Model Pembelajaran CTL
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) telah melaju dengan pesatnya. Hal ini erat dengan perkembangan teknologi yang memberikan wahana yang memungkinkan IPA berkembang dengan pesat. Proses pembelajaran IPA yang berlangsung di kelas V SDN 2 Karangmangu cenderung menempatkan guru sebagai sumber belajar utama, cara mengajar guru lebih banyak menggunakan metode ceramah tanpa melibatkan aktivitas siswa secara langsung sehingga menjadikan mereka kurang memperhatikan penjelasan guru, dan mengakibatkan hasil belajar siswa rendah. Hal ini, merupakan permasalahan yang perlu dicari solusinya untuk itu peneliti tertarik membantu memecahkan permasalahan hasil belajar siswa rendah. Peneliti melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran CTL pada mata pelajaran IPA materi sifat cahaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran CTL pada mata pelajaran IPA materi sifat cahaya dan meningkatkan hasil belajar IPA materi sifat cahaya pada kelas V SDN 2 Karangmangu. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas V SDN 2 Karangmangu dengan subjek penelitian berjumlah 36 siswa. Setiap siklus meliputi empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap pengamatan, dan tahap observasi.
Hasil penelitian pada siklus I rata-rata kelas 63 dengan ketuntasan belajar klasikal 58,%, sehingga ketuntasan belajar klasikal belum tercapai karena belum mencapai indikator yang ditentukan yaitu >= 70% dan masih ada 15 siswa yang belum tuntas. Tindakan peneliti, kondisi siswa, dan situasi pembelajaran masih dalam kualifikasi cukup dan belum berhasil.Oleh karena itu, dilanjutkan ke siklus II dengan perencanaan sesuai dengan kekurangan pada siklus I.
Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu rata-rata kelas 80 dengan ketuntasan belajar klasikal 89 %. Sehingga ketuntasan belajar klasikal mencapai indikator yang ditentukan yaitu >= 70%. Tindakan peneliti, kondisi siswa, dan situasi pembelajaran juga mengalami peningkatan yaitu dengan kualifikasi baik dan berhasil.
No other version available