Realia
Peningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Origami Pada PAUD Cemara Desa Ngranggonanyar Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
ABSTRAK
Afidah, Lilik. 2018 : Peningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Origami Pada PAUD Cemara Desa Ngranggonanyar Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.
Pembimbing : 1. M. ImronAbadi, M.Pd
Kata Kunci : Keterampilan Motorik Halus, origami
Permasalahan yang terjadi adalah anak mengalami kesulitan melipat di karenakan anak belum mampu menggerakkan otot-otot tangan dan koordinasi mata khususnya dalam meniru bentuk, seperti dalam kegiatan menggunting, menganyam, dan melipat kertas origami. Dalam kegiatan melipat kertas origami anak mengalami kesulitan saat melipat kertas menjadi lipatan-lipatan yang lebih kecil. Kasus diatas mengidentifikasikan bahwa anak mengalami kesulitan dalam pengembangan keterampilan motorik halus, dapat di sebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya pengembangan keterampilan motorik halus melipat kertas origami anak usia dini yang kurang di kembangkan oleh orang tua, atau guru itu sendiri. Faktor penyebab lainnya yaitu lemahnya koordinasi mata dan otot-otot tangan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana keterampilan motorik halus pada anak PAUD Cemara Desa Ngranggonanyar Kecamatan Kepohbaru Kabupaten BojonegoroTahun Pelajaran 2017/2018? 2) Bagaimana peningkatan keterampilan motorik halus melalui origami pada anak PAUD Cemara Desa Ngranggonanyar Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2017/2018? Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik halus melipat anak melalui kegiatan melipat kertas origami pada anak PAUD Cemara Desa Ngranggonanyar Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang di lakukan dengan subjek 11 anak, di antaranya 6 perempuan dan 5 laki-laki. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi, dan teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Pada tindakan Siklus I mencapai 82% dengan peningkatan sebelum Siklus sebesar 64%, dengan demikian tingkat pencapaian dari Pra Siklus ke Siklus I sebesar 18%. Keterampilan motorik halus melalui media kertas origami anak berkembang sangat baik sebesar 100%, dengan perbandingan peningkata dari Siklus I ke Siklus II yaitu sebesar 22%. Langkah-langkah pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui melipat kertas origami, meliputi: (1) Kertas Origami yang warna-warni, (2) Menjelaskan tahapan dan langkah dalam melipat kertas origami, (3) Memotivasi anak untuk bisa menyelesaikan sendiri tanpa meminta bantuan orang tua atau temannya, dan (4) Mengingatkan anak untuk melipat dengan pelan agar rapi/lurus.
No other version available