Text
PERBANDINGAN BERPIKIR KRITIS SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MODEL INQUIRY BASED LEARNING DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF
ABSTRAK
Farida, Nur. 2018 : Perbedaan Berpikir Kritis Siswa Antara yang Menggunakan Model Inquiry Based Learning dengan Model Problem Based Learning Ditinjau dari Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif
Pembimbing : Dr. Imas Cintamulya, M.Si.
Kata Kunci : Berpikir kritis, Gaya Kognitif, Model Inquiry Based
Learning, Model Problem Based Learning
Salah satu kecakapan berpikir tingkat tinggi yang merupakan kompetensi pada kurikulum 2013 adalah keterampilan berpikir kritis. Selain berpikir kritis, aspek lain yang tidak kalah penting adalah gaya kognitif. Namun, kenyataan di lapangan guru belum memberdayakan keterampilan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, gaya kognitif juga belum diperhatikan oleh guru.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan berpikir kritis siswa antara yang menggunakan model Inquiry Based Learning dengan model Problem based learning ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif pada pelajaran IPA pokok bahasan Pemanasan Global. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan desain The Static Group Compration yaitu pada kelas eksperimen I menggunakan model Inquiry Based Learning dan kelas eksperimen II menggunakan model Problem Based Learning. Sampel penelitian adalah 64 siswa kelas VII B dan VII C SMP Negeri 7 Tuban yang terdiri dari 22 siswa reflektif dan 19 siswa impulsif. Untuk mendapatkan data gaya kognitif reflektif dan impulsif digunakan Matching Familiar Figure Test (MFFT). Data berpikir kritis siswa pada kedua kelas eksperimen secara keseluruhan dianalisis menggunakan uji Independent Samples Test atau Uji-t. Sedangkan data berpikir kritis siswa reflektif dan impulsif dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan berpikir kritis siswa antara yang menggunakan model Inquiry Based Learning dengan model Problem Based Learning. Keduanya sama-sama dapat memberdayakan berpikir kritis siswa. Namun, jika diteliti lebih jauh berdasarkan gaya kognitif, terdapat berbedaan diantara kedua kelas eksperimen. Model Inquiry Based Learning yang lebih baik, karena berpikir kritis siswa reflektif maupun siswa impulsif adalah sama.
No other version available