Realia
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A TK PKK BATE TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAKSI
Yanuarsari, Serly, 2018 : Meningkatkan Kemampuan Berbicara Melalui Media
Gambar Pada Anak Kelompok A TK PKK Bate Tahun
Pelajaran 2017/2018 Desa Bate Kecamatan Bangilan
Kabupaten Tuban. Program Studi Pendidikan Anak
Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban
2018.
Pembimbing : Dr. Yudi Supiyanto, M.Pd., M.M.
Kata Kunci : Kemampuan berbicara, media gambar
Salah satu aspek pengembangan kemampuan dasar anak adalah bahasa.
Kemampuan berbahasa sangat perlu dikembangkan, karena dengan berbahasa
anak dapat memahami kata dan kalimat serta memahami hubungan antara bahasa
lisan dan tulisan pra membaca awal. Pengembangan kemampuan berbahasa ini
bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang
sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan
minat anak untuk berbahasa Indonesia.
Salah satu komponen berbahasa adalah berbicara. Kemampuan berbicara
adalah beromong, bercakap, berbahasa, mengutarakan isi pikiran, melisankan
sesuatu yang dimaksudkan (KBBI, 2005:165). Kemampuan berbicara merupakan
kemampuan berbahasa yang paling kompleks dan memerlukan latihan secara
berkelanjutan untuk mencapai tingkat menjadi mahir.
Penelitian ini didasarkan pada masalah apakah dengan menggunakan
media gambar dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak kelompok A TK
PKK Bate.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan
kemampuan berbicara menggunakan media gambar. Subyek penelitian adalah
peserta didik kelompok A TK PKK Bate Desa Bate Kecamatan Bangilan
Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018 sebanyak 15 anak.
Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui media gambar
dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak. Hal ini terlihat pada
meningkatnya persentase hasil belajar anak dalam setiap siklus, yaitu pada pra
tindakan mencapai ketuntasan 20% dengan 3 anak kriteria baik, meningkat pada
siklus I pada persentase ketuntasan 60% dengan 1 anak kriteria sangat baik dan 8
anak kriteria baik, kemudian meningkat pada siklus II pada persentase ketuntasan 93,3% dengan jumlah 8 anak kriteria sangat baik dan 6 anak kriteria baik, dan 1 anak dengan kriteria cukup baik.
No other version available