Realia
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING BENTUK GEOMETRI PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA NGANDONG KECAMATAN GRABAGAN KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAKSI
Tutik. 2018 : Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menggunting Bentuk Geometr Pada Kelompok B TK Dharma Wanita Ngandong Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018
Pembimbing : Dr. Sukisno, M.Pd.
Kata kunci : Kemampuan Motorik Halus, Menggunting Bentuk Geometri
Keterampilan menggunting belum begitu berkembang dengan maksimal, dari 12 anak tercatat sebanyak 4 anak masih belum mampu menggunting dengan mengikuti pola baris. Ada 5 anak yang mengerjakan dengan mampu dan terampil sehingga hasilnya sesuai dengan harapan, masih ada 3 anak yang belum mampu melakukan kegiatan memegang gunting dengan mandiri. Permasalahan ini disebabkan karena sebagian orang tua cenderung melarang anak dalam menggunakan gunting bahkan gurunya mengabaikan kegiatan menggunting, sehingga kemampuan motorik halus melalui kegiatan menggunting tidak berkembang.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana peningkatan motorik halus melalui kegiatan menggunting bentuk geometri pada anak usia dini di kelompok B TK Dharma Wanita Ngandong Kecamatan Grabagan kabupaten Tuban tahun pelajaran 2017/2018. ? 2) Apakah kegiatan menggunting bentuk geometri dapat meningkatkan motorik halus pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Ngandong Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban tahun pelajaran 2017/2018 ?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendiskripsikan peningkatan motoric halus anak melalui kegiatan menggunting bentuk geometri pada anak usia dini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dengan II siklus. Subyek penelitian adalah kelompok B TK Dharma Wanita Ngandong Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban, Sebanyak 12 anak. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya terdapat tahapan-tahapan yang diterapkan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis skor ketuntasan individu yaitu 65% dan untuk skor ketuntasan kelas adalah 85%.
Dalam pembelajaran menggunting bentuk geometri mampu menarik perhatian anak-anak karena pola/bentuk yang digunting berbeda. Anak mampu menyerap apa yang dipelajari lebih optimal sehingga mampu menerapkan pada saat melakukan kegiatan pembelajaran. Untuk tindakan pada siklus I, anak yang tuntas dalam belajar adalah sebanyak 75% dari jumlah keseluruhan 12 anak atau sebanyak 9 anak yang tuntas belajar. Sedangkan pada siklus II terdapat 1 anak yang belum tuntas belajar, jika dipersentasikan ketuntasan tersebut adalah sebesar 92%. Meskipun ada anak yang belum tuntas, namun tindakan ini tidak perlu dilanjutkan kembali karena sudah melebihi ketuntasan kelas yaitu 85%.
No other version available