Realia
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MERONCE PADA KELOMPOK B KB HARAPAN IBU DESA DEMIT KECAMATAN JATIROGO KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAKSI
Widarningsih. 2018
:
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce Pada Kelompok B KB Harapan Ibu Desa Demit Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018
Pembimbing
:
Prof. Dr. Agus Wardhono, M.Pd
Kata Kunci
:
Kemampuan Motorik Halus, Kegiatan Meronce
Berdasarkan hasil wawancara peneliti terhadap guru kelas B KB Harapan Ibu didapatkan bahwa rata-rata hasil nilai anak masih tergolong rendah. Ditunjukkan dari presentase keberhasilan dalam belajar kemampuan motorik halus anak kelompok B KB Harapan Ibu, dari 25 anak didapatkan 5 anak yang mendapatkan nilai 4 (kriteria baik) dan 8 anak mendapatkan nilai 1 (kriteria sangat kurang) sedangkan 13 anak lainnya mendapatkan nilai 2 dan 3. Untuk menangani masalah-masalah tersebut guru harus memilih secara tepat metode pembelajaran yang akan digunakan. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kegiatan meronce.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan meronce dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B KB Harapan Ibu Desa Demit Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Tahun 2017/2018.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelompok B KB Harapan Ibu Desa Demit Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 25 anak. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas menurut Zainal Arifin yang meliputi (1) tahapan perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: (1) tes, (2) observasi, dan (3) dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penggunaan kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Rata-rata kemampuan motorik halus anak dengan kriteria baik pada siklus I memiliki presentase sebanyak 68%, setelah dilakukan perbaikan oleh guru presentase kemampuan motorik halus pada anak meningkat menjadi 88% pada siklus II. Hasil akhir siklus II penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan meronce dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok B KB Harapan Ibu.
No other version available