Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA ANAK KELOMPOK B TK MUSLIMAT DESA KEBONHARJO KECAMATAN JATIROGO KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK
Syo?imah, Khilyatus. 2018 : Peningkatan Kemampuan Mengenal Warna
Melalui Metode Eksperimen Pada Anak Kelompok
B TK Muslimat Desa Kebonharjo Kecamatan
Jatirogo Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran
2017/2018
Pembimbing : Dra. Henny Sri Astuti, M.Pd.
Kata kunci : Mengenal warna, metode eksperimen
Metode eksperimen merupakan cara yang digunakan oleh anak ke dalam suatu pembelajaran untuk memperoleh suatu informasi dari hasil percobaan tersebut. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar anak mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga anak dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimen, anak menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen anak diberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri mengenai suatu objek keadaan atau proses tertentu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana langkah peningkatan kemampuan mengenal warna melalui metode eksperimen pada anak kelompok B TK Muslimat Desa Kebonharjo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018? 2) Bagaimana hasil peningkatan kemampuan mengenal warna melalui metode eksperimen pada anak kelompok B TK Muslimat Desa Kebonharjo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan II sikus. Objek penelitian adalah kelompok B TK Muslimat Desa Kebonharjo Kecamatan Jatirogo Kabupaten Tuban sebanyak 15 anak. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya terdapat tahapan-tahapan yang diterapkan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis skor ketuntasan individu yaitu 65% dan untuk skor ketuntasan kelas adalah 85%. Pada pra sikus diperoleh data yaitu diantara 15 anak hanya 53% anak yang mengenal warna dan 47% anak belum mengenal warna. Hasil pengamatan selama siklus I menunjukkan bahwa dari 15 anak yang diamati, 11 anak mampu mengenal warna, menyebutkan nama-nama warna, mengelompokkan warna, bereksperimen dengan warna, dan mampu menyebutkan warna baru (hasil eksperimen). Sedangkan 4 anak belum mampu. Sehingga ketuntasan belajar baru mencapai 72%. Pada pelaksanaan siklus II ini diperoleh data yaitu dari 15 anak 14 anak atau 93% mampu dan hanya 1 anak saja atau 7% yang kurang mampu dalam hal tersebut.
No other version available