Realia
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL GOBAK SODOR TERHADAP FISIK MOTORIK ANAK PADA KELOMPOK B TK DHARMA WANITA PERSATUAN NGEMPLAK TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK
NUR AFIFAH SITI,2018 :Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar
AnakMelaluiPermainan Tradisional Gobak
SodorTerhadap Fisik Motorik Anak Pada
Kelompok B Tk Dharma Wanita Persatuan
Ngemplak TahunPelajaran2017/2018.
Dosen Pembimbing :Ifa Arista Sandra Ekayati, S.Pd., M.Pd
Kata Kunci :Kemampua nMotorikKasar Permainan Gobak Sodor.
Berdasarkan pengamatan saat proses pembelajaran motorik kasar beberapa anak kurang mampu melakukan praktik bermain dengan permainan gobak sodor,meskipun ada beberapa anak yang sudah bisa melakukan gerakan saat main, anak terlihat sangat kelelahan dan kurang mampu saat akan menghadapi lawan atau bagaimana cara menangkap lawan dan masih perlu bantuan dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuanmotorik kasar anak melalui permainan gobak sodor terhadap fisik motorik anak pada anak kelompok B TK Dharma wanita persatuan ngemplak.Penelitianinidilakukankarena terdapat permasalahan dalam kemampuan motorik kasar pada anak Kelompok B TK Dharma wanita Persatuan Ngemplak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak kelompok B TK Dharma wanita yang berjumlah 16 anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Objek penelitian adalah kelincahan gerak anak.Tindakan yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan gobak sodor dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian kondisi awal kelincahan gerak melintasi 5 buah rintangan sejauh 20 meter. Pada awal sebelum dilaksanakan siklus I Anak yang sangat lincah berjumlah 6 anak (37,5 %), setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, anak yang naik presentase 9 anak (56 %), pada Siklus II meningkat menjadi 11 anak (94 %). Penelitian dihentikan sampai Siklus II karena sudah memenuhi kriteria keberhasilan indikator.
No other version available