Realia
PENINGKATAN KEMANDIRIAN MELALUI BERMAIN PERAN PADA PAUD KELOMPOK BERMAIN DARUL ULUM DESA BANGSRI KECAMATAN JEPON KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK
Marti?ah. 2018 : Peningkatan kemadirian Melalui Bermain Peran Pada PAUD Kelompok Bermain Darul Ulum Desa Bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2017/2018
Pembimbing : Dwi Imam Efendi, M.Pd
Kata Kunci : Kemandirian Bermain Peran
Masalah pada PAUD KB Darul Ulum minimnya rata-rata hasil belajar anak. Nilai semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 nilai hasil rata-rata siswa dibawah 65%. Nilai tersebut tergolong masih rendah dibawah nilai rata-rata bintang dua dan perlu adanya peningkatan. Sementara suatu kelas dinyatakan tuntas belajarnya jika didalam kelas tersebut terdapat 85 % siswa yang tuntas belajarnya.
Rumusan masalahdalam penelitian ini 1) bagaimana kemandirian anak PAUD Kelompok Bermain Darul Ulum Desa Bngsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Tahun pelajaran 2017/2018 sebelum melakukan bermain peran ?2) bagaimanakah Peningkatan kemandirian Anak PAUN Kelompok Bermain Darul Ulum Dedsa ngsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2017/2018 Setelah ditetapkan bermain Peran ? Dalam Penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK Dengan II Siklus). Obyek Penetitian adalah kelompok bermain Darul Ulum Desa bangsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora sebanya 20 Anak. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnyaterdapat tahapam-tahapan yang diterapkan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan observasi dan refleksi. Analisis skor ketuntasan individu yaitu 65% dan untuk skor ketuntasan kelas adalah 85%.
Kemandirian anak PAUD Kelompok Bermain Darul Ulum desa bngsri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora sebelum melakukan bermain peran rendah yakni mencapai 40% yang berjumlah 12 anak. Bermain peran dapat meningkatkan kemandirian anak kelompok B PAUD Kelomp[o0k Bermain Darul Ulu7m Desa Bangsri Kecamatan Jepon kabupaten Blora, Terbukti Dari pra siklus anak yang tuntas 8 anak yakni 40% dan 12 atau60% anak yang tidak tuntas. Siklus I anak yang tuntas 13 anak yakni 65%, dan 7 anak yakni 35% yang tidak tuntas. Dan pada siklus II mengalami perubahan dan peningkatan yang signifikan anak yang tuntas 18 anak yakni 90% diatas criteria ketuntasan. Pada siklus II inihanya 2 anak yang tidak tuntas yakno 10% yang tidak tuntas.
No other version available