Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1-10 DENGAN MEDIA KARTU ANGKA BERGAMBAR PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN AL FAJR KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK
WahyunI, Sri Eko. 2018: Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan 1-10 Dengan Media Kartu Angka Bergambar Pada Anak Usia Dini Di Kelompok Bermain Al Fajr Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2017/2018.
Pembimbing : Dwi Imam Efendi, M.Pd
Kata kunci : Kemampuan mengenal lambang bilangan, Media kartu angka
Permasalahan pada anak Di Kelompok Bermain Al Fajr Kecamatan Cepu Kabupaten Blora terkait dengan kemampuan mengenal lambang bilangan. Anak mengenal lambang bilangan sebatas hafalan, dan belum bisa memahami konsep bilangan. Selain itu, anak juga masih terbalik-balik dalam menyebutkan lambang bilangan. Karena selama ini anak masih belum mampu membedakan simbol angka yang di tanyakan oleh guru kepada anak. Dalam pembelajaran membilang, anak juga belum tepat atau adanya ketidaksesuaian antara pengucapan dengan jumlah benda yang dihitung. Dari 23 anak hanya 9 anak yang sudah mampu mengenal lambang bilangan dan 14 anak lainnya masih belum mampu.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 dengan menggunakan media kartu angka bergambar pada anak usia dini di Kelompok Bermain Al Fajr Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2017/2018? 2) Apakah media kartu angka bergambar dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 pada anak usia dini di Kelompok Bermain Al Fajr Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2017/2018? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan II sikus. Objek penelitian adalah Kelompok Bermain Al Fajr Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, sebanyak 23 anak. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya terdapat tahapan-tahapan yang diterapkan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis skor ketuntasan individu yaitu 65% dan untuk skor ketuntasan kelas adalah 85%.
Peningkatan kemampuan konsep bilangan, terbukti dari hasil pengamatan yang diperoleh sebelum melasanakan penelitian dengan menggunakan media kartu angka bergambar, yaitu dari rekapitulasi pengamatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II, jika dibandingkan dengan data pra survey yaitu untuk prosentase ketuntasan kelas hanya 39% kemudian pada siklus I terdapat peningkatan dengan prosentase sebesar 70% dan pada siklus II prosentase ketuntasan kelas yang didapatkan adalah 92% yang berarti bahwa penelitian yang dilakukan sudah berhasil mencapai prosentase yang diharapkan yaitu ketuntasan kelas mencapai lebih dari atau sama dengan 85%.
No other version available