Realia
MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK B KB DARMA PERTIWI DESA SUDAN KECAMATAN KRAGAN KABUPATEN REMBANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018
ABSTRAK
Alimah 2014. ?Meningkatkan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Melalui Kegiatan Bermain Peran Pada Anak Kelompok B KB Darma Pertiwi Desa Sudan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2017/2018?? Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
Pembimbing : Dwi Imam Efendi, M.Pd
Kata kunci : Sosial Emosional, Bermain Peran
Kecerdasan sosial emosional anak sangat penting dikembangkan, karena apabila kecerdasan emosional ini tidak berkembang dengan baik maka akan merugikan perkembangan sosial emosional anak sampai anak dewasa. Bermain peran merupakan salah satu cara agar anak dapat belajar bukan hanya mengenal diri sendiri, tetapi dapat mengenal dan memerankan orang lain agar mereka bisa melakukan sosialisasi
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) apakah kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kecerdasan sosial emosional pada anak Kelompok B KB Darma Pertiwi Desa Sudan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang tahun pelajaran 2017/2018? 2) Bagaimana aktivitas anak dalam kegiatan bermain peran dapat meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak Kelompok B KB Darma Pertiwi Desa Sudan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang?. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan II siklus. Subyek penelitian adalah Kelompok Bermain Darma Pertiwi Desa Sudan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2017/2018 sebanyak 26 anak. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya terdapat tahapan-tahapan yang diterapkan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan sosial emosional pada anak Kelompok B KB Darma Pertiwi Desa Sudan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang mengalami peningkatan dengan kegiatan bermain peran. Pada siklus I prosentase tuntas belajar klasikal hanya 73,07% atau sebanyak 19 anak dinyatakan tuntas, sedangkan sebanyak 26,93 % atau sebanyak 7 anak belum tuntas. Maka meningkat pada siklus II prosentase tuntas belajar klasikal mengalami peningkatan signifikan menjadi 88,46 % atau 23 anak yang dinyatakan tuntas dan 3 anak atau 11,53 % dinyatakan belum tuntas.
No other version available