TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MEANS ENDS ANALYSIS DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
ABSTRAKSI
Khotijah, Siti. 2018
Pembimbing
Kata Kunci :
:
: Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis dengan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika.
Dr. Rita Yuliastuti, M.Si
model pembelajaran means ends analysis, pendekatan saintifik, kemampuan pemecahan masalah matematika
Penelitian ini didasari oleh masih rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII-E. Hal ini terjadi karena siswa cenderung mengalami kesulitan mengerjakan soal matematika berbentuk soal cerita. Mereka kesulitan dalam memahami masalah yang disajikan yang mengakibatkan kesulitan untuk melaksanakan langkah-langkah pemecahan masalah serta siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika (2) mendeskripsikan respon siswa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah kelas VII-E SMP Negeri 2 Rengel pada tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu berupa tes dan angket. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan lembar angket respon siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran means ends analysis dengan pendekatan saintifik pada materi segiempat pada pokok bahasan memahami keliling dan luas segiempat (persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, belah ketupat dan layang-layang) tahun pelajaran 2017/2018 dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP Negeri 2 Rengel kelas VII-E. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pada siklus I, II, III (53, 64, 75). Jadi ada peningkatan nilai rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 11, dan dari siklus II ke siklus III sebesar 11. Sedangkan ketuntasan belajar klasikal pada siklus I, II, III (21%, 53%, 87%). Jadi ada peningkatan ketuntasan belajar klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 32%, dan dari siklus II ke siklus III sebesar 34%. Sedangkan data respon siswa terhadap model pembelajaran means ends analysis dengan pendekatan saintifik diperoleh 80% siswa memberikan respon positif.
No other version available