Realia
MENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA DENGAN METODE BERCERITA DENGAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN INTENS SCHOOOL KECAMATAN SEMANDING
ABSTRAKSI
Sakurahma Hanna,2018 : Meningkatan Kemampuan Berbahasa Dengan Metode Bercerita
Gambar Pada Anak Intens Schoool
Pembimbing : Lilik Mawartiningsih, M.Pd
Kata kunci : Kemampuan Berbicara, Metode Bercerita
Kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga kurang menarik perhatian anak dalam memahami isi cerita yang ada, dalam hal ini anak seringkali kurang mendapat perhatian dari guru dalam mengungkapkan sebuah perasaan atau idenya, sehingga kemampuan bahasa yang di miliki oleh anak tidak berkembang secara optimal.. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah kemampuan berbahasa sebelum diterapkan metode bercerita menggunakan media gambar pada anak Kelompok Bermain Intens School Desa gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018? 2) Bagaimanakah kemampuan berbahasa dengan metode bercerita kelompok Belajar Intens School Desa gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018? 3) Bagaimanakah peningkatan kemampuan berbahasa pada anak kelompok Bermain Intens School Desa gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkan metode bercerita? Tujuan penelitian dari penelitian ini 1) Untuk mengetahui kemampuan berbahasa sebelum diterapkan metode bercerita menggunakan media gambar pada anak Kelompok Bermain Intens School Desa gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018. 2) Untuk mendeskripsikan kemampuan berbahasa dengan metode bercerita kelompok Belajar Intens School Desa gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018.2) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa pada anak kelompok Bermain Intens School Desa gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkan metode bercerita.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang meliputi 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Yang terdiri dari dua siklus .Subjek penelitian adalah anak Intens School sebanyak 15 anak dengan menggunakan metode observasi, unjuk kerja, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data mengunakan analisis deskriptif kualitatif, dengan kriteria ketuntasan individu 65% dan ketuntasan kelas 85%
Hasil penelitian di KB Intens School mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi pada tiap siklus yaitu siklus I 60% siklus II 86%. Dengan demikian diketahui bahwa setelah diterapkan metode Bercerita pada anak Kelompok Bermain Intens School dapat merningkatkan kemampuan berbahasa dengan media gambar.
No other version available