Skripsi Ilmu Perikanan
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENGETAHUI KETERAMPILAN DEBAT PADA SISWA KELAS X JURUSAN X OTOMATISASI DAN TATA KELOLA PERKANTORAN SMK NEGERI WIDANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Abstrak
Bagus Sulistiyanto, M. 2018 : Penerapan Metode Probloem Solving dengan Media Audiovisual untuk Mengetahui Keterampilan Debat pada siswa Kelas X Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri Widang-Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018.
Pembimbing : Dra. Sri Yanuarsih, M.Pd.,
Kata kunci : Penerapan, Problem Solving, Audiovisual, Debat.
Pendidikan merupakan usaha untuk mewujudkan suasana belajar dimana lingkungan sengaja dikelola untuk turut serta dalam tingkah laku tertentu. Metode pembelajaran sebagai komponen pendidikan perlu dipahami dan memiliki jenis, diantaranya: (1) Ceramah, (2) Demonstrasi, (3) Diskusi, dan (4) Problem Solving. Metode problem solving, aktivitas pembelajaran yang menekankan proses penyelesaaian secara ilmiah. Metode yang efektif harus dibarengi media yang bisa menunjang metode karena media pembelajaran?merupakan alat bantu proses belajar-mengajar. Media yang efektif adalah media audiovisual karena media yang bersifat didengar dan dilihat. Penelitian dengan judul Penerapan Metode Problem Solving dengan Media Audiovisual untuk Mengetahui Keterampilan Debat siswa Kelas X Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri Widang-Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018 mengambil titik focus permasalahan, antara lain: (1) Bagaimanakah Keterampilan Debat pada siswa Kelas X Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, (2) Bagaimanakah Penerapan Metode Problem Solving dengan Media Audiovisual dalam Keterampilan Debat, (3) Apakah dengan Penerapan Metode Problem Solving dengan Media Audiovisual dapat Mengetahui Keterampilam debat sehingga penelitian ini memiliki tujuan umum yaitu untuk Mengetahui Penerapan Metode Problem Solving dengan Media Aduivisual dalam Keterampilan Debat siswa serta tujuan khusus, adalah untuk: (1) Mengetahui Keterampilan Debat siswa Kelas X Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola, (2) Mengetahui Penerapan Metode Problem Solving mengguakan Media Audiovisual dalam Keterampilan Debat, dan (3) Mengetahui apakah dengan Penerapan Metode Problem Solving dengan media Audiovisual dapat Mengetahui Keterampilam Debat. Berdasarkan rumusan dan tujuan umum ataupun khusus, maka hipotesis tindakan secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Keterampilan Debat pada siswa Kelas X jurusan Otomatisasai dan Tata Kelola Perkantoran, kriteria cukup, (2) Penerapan Metode Problem Solving dengan media Audiovisual dari Keterampilan Debat pada siswa Kelas X jurusan Otomatisasai dan Tata Kelola Perkantoran, kriteria baik, dan (3) Ada peningkatan Penerapan Metode Problem Solving dengan media Audiovisual untuk Mengetahui Keterampilan Debat pada siswa Kelas X jurusan Otomatisasai dan Tata Kelola Perkantoran.
Metode pembelajaran suatu kegiatan bertujuan melibatkan aktivitas siswa dan guru untuk mencapai tujuan. Terdapat jenis-jenis metode salah satunya adalah metode problem solving dimana metode mengajar dengan jalan menghadapkan siswa pada suatu masalah yang harus dipecahkan oleh siswa. Tanpa adanya media metode hanya akan menjadi metode yang sia-sia karena media merupakan alat yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan salah satunya media audiovisual karena jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran melibatkan pendengaran dan penglihatan secara bersama-sama.
Debat merupakan proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap keterampilan berbahasa berhubungan erat pula dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa, kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur yaitu: (1) Menyimak, (2) Berbicara, (3) Membaca dan (4) Menulis. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan suatu kesatuan yang saling berkaitan. Pembelajaran menggunakan metode problem solving dengan media audiovisual diharapakan siswa lebih menguasai keterampilan berbahasa dalam pembelajaran debat.
Jenis data yang diguanakan dalam penelitian ini adalah data primer data yang berasal dari sumber asli dan data sekunder data yang mengacu pada informasi yang?dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Sumber data dalam penelitian adalah siswa Kelas X Jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri Widang-Tuban Tahun Pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan data non tes dan tes yaitu berupa kualitatif atau non kognitif dan lingkungan peserta didik. Teknik non tes dibagi menjadi empat, antara lain: (1) Observasi, (2) Angket, (3) Wawancara, dan (4) Dokumentasi. Teknik tes dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa dalam proses belajar-mengajar. Data kualitatif diperoleh dari data non tes yaitu: (1) Observasi, (2) Angket, dan (3) Wawancara sedangkan data kuantitatif diperoleh dari bagaimana kemampuan keterampilan debat siswa dengan cara membuat rata-rata kemampuan siswa pada tiap siklus.
No other version available