TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENERAPAN PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP
ABSTRAK
Isnaini, 2018 : Penerapan Pembelajaran Pemecahan Masalah
dengan Pendekatan Kontekstual Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Matematika Siswa SMP
Pembimbing : Puji Rahayu, S.Pd, M.Pd
Kata Kunci : Pemecahan Masalah, Pendekatan Kontekstual,
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika.
Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII di MTs AL-Mustofawiyah Palang dalam memecahkan masalah matematika berbentuk soal cerita. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dengan menggunakan pembelajaran Pemecahan Masalah dengan pendekatan kontekstual yaitu pembelajaran yang mengaitkan permasalahan nyata sebagai konteks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas siswa, kemampuan pemecahan masalah matematika dan respon siswa selama pembelajaran Pemecahan Masalah dengan pendekatan kontekstual. Dengan itu diharapkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa akan meningkat.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) karena penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga siklus dan metode pengumpulan data yaitu metode observasi untuk mengumpulkan data aktivitas siswa didalam kelas, metode tes untuk menilai kemampuan pemecahan masalah siswa dan metode kuesioner (angket) untuk mengetahui hasil respon siswa.
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perbandingan aktivitas siswa menunjukkan bahwa prosentase indikator aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II dan dari siklus II ke siklus III mengalami peningkatan dan penurunan prosentase yang menuju pada keaktifan aktivitas siswa ada peningkatan aktivitas siswa selama penerapan pembelajaran pemecahan masalah dengan pendekatan kontekstual dan dalam kategori aktif. Hasil kemampuan matematika siswa mengalami peningkatan dari setiap siklusnya dengan persentase ketuntasan pada siklus I sebesar 54,55%, pada siklus II meningkat menjadi 72,73%, dan pada siklus III juga meningkat menjadi 86,36%. Sedangkan perhitungan angket respon siswa dapat dikatakan cukup baik dalam pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran pemecahan masalah dengan pendekatan kontekstual dengan prosentase siswa yang merespon positif mencapai 82,47%.
No other version available