Skripsi Ilmu Perikanan
PERBANDINGAN VARIASI BAHASA PENYIAR RADIO PADA ACARA LAGU DI RADIO SINATA FM DENGAN FAJAR VIDIA KARYA TUBAN
ABSTRAKSI
Gunari Putri Tuela.2018 : Perbandingan variasi bahasa penyiar radio pada acara lagu di radio sinata fm dengan fajar vidia karya tuban
Pembimbing : Dra.Sri Yanuarsih, M.Pd.
Kata Kunci : Dialek, Idiolek
Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, bahasa mempunyai peranan yang dominan dalam kehidupan sehari-hari antar anggota masyarakat. Tanpa bahasa, komunikasi dalam masyarakat tidak akan berfungsi dengan sempurna. Sebagai sarana komunikasi, bahasa digunakan untuk menyatakan, menyampaikan isi pikiran atau perasaan (Djoko koentjono, 1982:16).
Variasi bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Variasi bahasa merupakan jenis ragam bahasa yang pemakainnya disesuaikan dengan fungsi dan situasi tanpa menghasilkan kaidah-kaidah pokok yang berlaku dalam bahasa yang bersangkutan (Suwito, 1985: 29). Variasi bahasa berkenaan dengan penggunannya disebut fungsiolek ragam atau register. Variasi biasanya dibicarakan berdasarkan bidang penggunannya gaya atau tingkat keformalan dan saran penggunaan (Nababan melalui chaer, 1995: 89-90). Ciri variasi bahasa yang terjadi karena adanya perbedaan bidang pemakaian antara lain leksikogramatis, fonologis, ciri petunjuk yang berupa bentuk kata tertentu, penanda gramatis tertentu, atau bahkan penanda fonologi yang memiliki fungsi untuk memberi tanda kepada para pelaku bahasa bahwa nilai register yang dimaksud. Penanda atau ciri itu pulalah yang membedakan antara register satu dengan yang lainnya.
Menurut Chaer dan Agustina (2014:62-63) variasi bahasa dari segi penutur yang pertama adalah idiolek, yakni variasi bahasa yang bersifat perseorangan. Menurut konsep idiolek, setiap orang mempunyai variasi bahasanya atau idioleknya masing-masing. Variasi idiolek berkenaan dengan warna suara, pilihan kata, gaya bahasa, susunan kalimat dan sebagainya. Namun yang paling dominan adalah warna suara itu, sehingga jika kita sudah cukup akrab dengan seseorang, hanya dengan mendengar suara bicaranya tanpa melihat orangnya, kita dapat mengenalinya. Variasi bahasa dari segi penutur yang kedua adalah dialek, yakni variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berada pada satu tempat, wilayah, atau area tertentu.
Tujuan ini tebagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khuus. Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbandingan variasi bahasa penyiar radio pada acara lagu di radio sinata fm dengan fajar vidia karya tuban sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui (1) bagaimana penggunaan variasi bahasa idiolek oleh penyiar radio sinata fm, (2) bagaimana peggunaan variasi bahasa idiolek oleh radio fajar vidia karya tuban (3) bagaimana perbandingan variasi bahasa idiolek oleh penyiar radio sinata fm dengan fajar vidia karya tuban (4) bagaimana penggunaan variasi bahasa dialek oleh penyiar radio sinata fm (5) bagaimana penggunaan variasi bahasa dialek oleh penyiar radio fajar vidia karya tuban (6) bagaimana perbandingan variasi bahasa dialekoleh penyiar radio sinata fm dengan fajar vidia karya tuban.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan linguistic. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat, teknik pustaka, dan teknik korpus data.teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah dengan cara merekam siaran langsung pada acara lagu di radio sinata fm dan fajar vidia karya tuban, mendengarkan hasil rekaman , melakukan penyuntingan data disertai dengan pemahaman dan dilakukan
secara berulang-ulang, memasukan data variasi bahasa idiolek dari radio sinata fm, memasukan data variasi bahasa idiolek dari radio fajar vidia karya tuban, membandingkan hasil variasi bahasa idiolek oleh radio sinata fm dengan fajar vidia karya tuban, memasukan data variasi hahasa dialek dari radio sinata fm, memasukan data variasi bahasa dialek dari radio fajar vidia karya tuban, membandingkan hasil variasi bahasa dialek dari radio sinata fm dengan fajar vidia karya tuban, memasukan hasil perbandingan dari variasi bahasa idiolek dan dialek dari radio sinata dm dan fajar vidia karya tuban, mengumpulkan seluruh data. Menjawab rumusan masalah, yang pertama yaitu penggunaan variasi bahasa idiolek, variasi yang ditemukan penulis dari radio sinata fm yaitu kata ulala, apa kabar, selamat siang dan waktu sudah berlalu, rumusan masalah yang kedua penggunaan variasi bahasa idiolek dari radio fajar vidia karya yaitu kata sugeng midangetaken, pawartosipun sugeng siang dan pungkasan. Rumusan masalah ketiga yaitu perbandingan ulala dengan sugeng midangetaken, pie kabare dengan pawartosipun, selamat siang dengan sugeng siang, dan waktu sudah berlalu dengan pungkasan. rumusan masalah keempat penggunaan variasi bahasa dialek dari radio sinata fm yaitu es cao seger tenan jayah aku, rumusan masalah ke lima yaitu penggunaan variasi baha dialek dari radio fajar vidia karya tuban yaitu seng gak mekakat. Rumusan ke enam yaitu Perbandingan dari radio sinata fm dengan fajar vidia karya tuban yaitu es cao seger tenan jayah aku dengan radio ne wong tuban seng gak mekakat.
Hasil penelitian ini menghasilkan variasi bahasa yang berbeda-beda yang digunakan dalam penyiaran Radio Sinata FM dengan Radio Fajar Vidia Karya Tuban yang dapat dibedakan dan dapat dipahami dengan lebih jelasnya bisa dilihat dalam Bab II pembahasan dan Bab IV mengenai tentang perbandingan variasi bahasa dalam sebuah penyiaran radio.
No other version available