Peng.Masy. Prodi ilmu Politik
PENGEMBANGAN ALAT UKUR ANTROPOMETRI DI LABORATORIUM ERGONOMI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN
ABSTRAK
Proses assembling merupakan proses yang memakan waktu yang cukup besar dalam proses manufaktur. DFMA adalah salah satu sistem perencanaan assembling, yang menganalisa desain komponen maupun produk secara keseluruhan, yang dimulai dari awal proses desain, sehingga kesulitan-kesulitan assembling dapat diatasi sebelum komponen diproduksi. Untuk itu pada penelitian ini dilakukan perancangan dan perakitan alat ukur antropometri baru yang mempertimbangkan metode Design for Manufacturing and Assembly (DFMA). Dalam hal ini yang dihitung ialah waktu maka dapat disimpulkan waktu perancangan alat ukur antropometri yang lama meliputi: waktu handling 90 detik, waktu setup proses 6510 detik, waktu perakitan 6.000 detik, waktu operasi 12600 detik dan perancangan alat ukur antropometri yang baru meliputi: waktu handling 85 detik, waktu setup proses 5515 detik, waktu perakitan 5200 detik, waktu operasi 10800 detik. Hasil perbandingan perancangan alat ukur antropometri, alat ukur antropometri yang baru lebih efisien dengan efisiensi waktu operasi 14,28 % , waktu handling 5,55 %, waktu perakitan 13,33% , waktu setup proses 15,28 %.
Kata Kunci: Perancangan alat, DFMA (Design for Manufacturing and Assembly).
No other version available