Realia
Meningkatkan Keterampilan Sosial dalam Kegiatan Bermain Berkelompok Pada Anak Kelompok A di TK Plus Kartini Desa Jenggolo Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016-2017.
Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan dalam keterampilan sosial seperti dalam berkomunikasi dengan teman, terlibat aktif dalam kegiatan dan sabar menunggu giliran bermain. Sedangkan keterampilan sosial sangat penting bagi anak dalam memasuki dunia pergaulan yang lebih luas pada jenjang berikutnya. Oleh karena itu peneliti akan melakukan penelitian dengan kegiatan bermain berkelompok sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan sosial anak.
Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut:1) Apakah keterampilan sosial pada anak kelompok A di TK Plus Kartini dapat ditingkatkan melalui kegiatan bermain berkelompok? 2) Bagaimana peningkatan keterampilan sosial melaui kegiatan bermain berkelompok pada anak kelompok A di TK Plus Kartini setelah ditingkatkan? Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:1) Untuk mengetahui keterampilan sosial pada anak kelompok A di TK Plus Kartini dapat ditingkatkan melalui kegiatan bermain berkelompok. 2) Untuk mengetahui peningkatan keterampilan sosial melalui kegiatan bermain berkelompok pada anak kelompok A di TK Plus Kartini.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan dua siklus melalui empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi dengan subyek penelitian 20 orang anak, 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi, analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dengan kriteria ketuntasan individu 65% dan ketuntasan kelas 80%.
Dari hasil penelitian di TK Plus kartini bahwa pembelajaran menggunakan kegiatan bermain berkelompok mengalami peningkatan yang signifikan, hal ini terbukti dari prosentase keberhasilan dari setiap siklus mengalami kenaikan yaitu pada pra siklus 40% yaitu 8 anak yang tuntas, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 65% yaitu 13 anak yang tuntas, kemudian pada siklus II meningkat 85% yaitu 17 anak telah mencapai ketuntasan
No other version available