Transparency
OPINI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE (UNIROW) TUBAN TERHADAP JARGON POLITIK ?KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI? YANG DIIKLANKAN PARTAI DEMOKRAT
ABSTRAKSI
Rodliyah, 2013 : Opini Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban terhadap Jargon Politik ?Katakan Tidak Pada Korupsi? yang Diiklankan Partai Demokrat
Pembimbing : I. Drs. Siswanto, M.Si
II. Reny Budilestari, S.s.M.Si
Ada fenomena menarik yang layak dicatat terkait perkembangan komunikasi politik di indonesia, salah satunya yaitu jargon iklan politik ?Katakan Tidak Pada Korupsi? Partai Demokrat yang ditayangkan untuk memeperingati hari anti korupsi sedunia pada tahun 2008. Dilihat dari perspektif positif, iklan politik mempunyai manfaat, Jika penayangan iklan disertai dengan gagasan, memperhatikan etika, dan menghindari hal-hal yang menimbulkan keresahan dan permusuhan, media ini merupakan salah satu altenatif komunikasi politik yang baik. Iklan politik juga dinilai sebagai sarana yang efektif dan aman bagi masyarakat di bandingkan dengan pengerahan massa.
Dengan latar belakang diatas penyusun berminat untuk mengetahui lebih lanjut dan dituangkan dalam sebuah penelitian. Penelitain ini menggunakan analisis deskripsi dan menurut cakupannya penelitian ini menggunakan metode survey yaitu dengan memusatkan pada 20 sampel dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIROW Tuban, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur dan pengkajian ulang hasil wawancara untuk diubah menjadi data yang mudah dibaca.
Hasil penelitian opini mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIROW Tuban terhadap Jargon Iklan Politik ?Katakan Tidak Pada Korupsi? Partai Demokrat menunjukkan bahwa media massa sangat berpengaruh dalam pembentukan opini publik terutama media televisi, dengan adanya media tersebut mahasiswa menilai Iklan politik Partai Demokrat hanya bentuk propaganda atau strategi komunikasi partai dalam upaya memenangkan pemilu 2009, suatu cara untuk pembentukan citra partai sehingga dinilai baik oleh publik yang akhirnya saat ini citra tersebut menjadi buruk akibat Iklan Politiknya sendiri sebab iklan yang mereka keluarkan tidak diimbangi dengan perilaku yang positif atau sesuai.
No other version available