Text
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPINGBERBANTUAN MEDIA ANIMASI GAMBAR PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII-B SMP MUHAMMADIYAH 7 PACIRAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Nur Lita, Devina, 2017:Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Media Animasi Gambar Pada Materi Ekosistem Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa.
Pembimbing :Dr. Dede Nuraida, M.Si
Kata Kunci :Model Pembelajaran Mind Mapping, Media Animasi Gambar, Berpikir Kritis, dan Hasil Belajar.
Penelitian ini dilator belakangi oleh permasalahan di SMP Muhammadiyah 07 Paciran masih terpusat pada guru dan masih menggunakan metode ceramah sehingga membuat peserta didik merasa bosan. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran yang kurang maksimal, sehingga perlu diterapkannya model pembelajaran yang inovatif. Salah satunya adalah dengan menerapkan model pembelajaran Mind Mapping berbantuan media animasi gambar pada materi ekosistem. Tujuan dari penelitian ini ingin mendeskripsikan dari beberapa hal yaitu kemampuan berpikir kritis siswa, hasil belajar siswa, aktivita ssiswa, aktivitas guru, dan respon siswa terhadap proses belajar mengajar.
Penelian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilakukan di SMP Muhammadiyah 07 Paciran pada tanggal 06?07Juni 2017 dengan jumlah siswa sebanyak 28 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Data dalam penelitian diambil dari (1) Tes untuk melihat hasil belajar (2) lembar observasi untuk melihat Aktivitas Siswa (3) lembar observasi untuk melihat Aktivitas Guru dan (4) Angket Respon Siswa.
Hasil penelitian dari siklus I kesiklus II secara keseluruhan mengalami peningkatan dan diperoleh hasil sebagai berikut : (1) aktivitas siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 66,3% dengan kategori ? Baik?, dan pada siklus II diperoleh rata-rata 84% dengan kategori ?SangatBaik?. (2) aktivitas guru pada siklus I diperoleh rata-rata 65% kategori ? Baik?, dan pada siklus II diperoleh rata-rata 85% kategori ?Sangat Baik?. (3) Kemampuan berpikir kritis pada siklus I untuk aspek interpretasi diperoleh rata-rata 59% dengan kategori ?Cukup kritis?, analisis diperoleh rata-rata 61,5% dengan kategori ?Cukup kritis?, evaluasidi peroleh rata-rata 61% dengan kategori ?Cukup kritis? dan inferensi diperoleh rata-rata 62,5% dengan kategori ?Cukup kritis? dan pada siklus II untuk aspek interpretasi diperoleh rata-rata 72,3% dengan kategori ?kritis?, analisis diperoleh rata-rata 79,5% dengan kategori ?kritis?, evaluasi diperoleh rata-rata 71% dengan kategori ?kritis? dan inferensi diperoleh rata-rata 80,5% dengan kategori ?kritis? (4) Respon Siswa Diperoleh rata-rata persentase 90,6% dengan kategori ?Sangat Positif?.
No other version available