Skripsi Ilmu Perikanan
KAJIAN PERUBAHAN MAKNA KOSAKATA SERAPAN BAHASA ARAB DALAM BAHASA INDONESIA PADA MAJALAH LANGITAN EDISI TAHUN 2016 (KAJIAN SEMANTIK)
ABSTRAKSI
M. Ridwan : Kajian Perubahan Makna Kosakata Serapan Bahasa Arab Dalam Bahasa Indoesia pada Majalah Langitan Edisi Tahun 2016 (Kajian Semantik).
Pembimbing : I . Dra. Sri Yuanuarsih, MPd.
II. Dr. Moh. Mu?minin, M.Pd
Kata Kunci : Perubahan makna, Kosakata Serapan Bahasa Arab, majalah Langitan
Skripsi berjudul "Perubahan Makna Kosakata Serapan Bahasa Arab dalam Bahasa Indonesia Pada Majalah Lngitan Edisi tahun 2016" dilatarbelakangi adanya pendapat bahwa bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang mempunyai andil besar dalam rangka memperkaya kosakata bahasa Indonesia.
Sama halnya dengan kosakata dari bahasa lain, kosakata dari bahasa Arab dalam rangka beradaptasi dengan lingkungan bahasa Indonesia mengalami berbagai proses perubahan, antara lain perubahan semantis atau makna. Dalam majalah langitan edisi Tahun 2016 ditemukan kosakata serapan dari bahasa Arab yang mengalami perubahan makna dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, fenomena tersebut menarik untuk dijadikan sebagai objek penelitian.
Masalah dalam penelitian ini meliputi (1) jenis perubahan makna kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonespada majalah langitan edisi tahun 2016, (2) faktor perubahan makna kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia pada majalah langitan edisi tahun 2016.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan semantik. Data penelitian ini berupa kosakata serapan bahasa Arab yang mengalami perubahan makna dalam bahasa Indonesia. Data tersebut diambil dari majalah langitan edisi tahun 2016. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak atau pengamatan disertai dengan teknik catat dan korpus data. Data yang sudah dicatat kemudian diklasifikasi menurut jenis dan faktor perubahan makna. Adapun metode yang digunakan adalah metode padan atau teknik pilah unsur penentu (PUP) sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutan.
Mengacu pada rumusan masalah analisis penelitian ini menggunakan teori jenis perubahan makna dan faktor perubahan makna yang dikemukakan oleh Abdul Chaer, diantaranya jenis perubahan makna (1) meluas, (2) menyempit, (3) total, (4) penghalusan, (5) pengerasan. Adapun faktor perubahan makna yang dikemukakan oleh Abdul Chaer, diantaranya (1) perkembangan ilmu dan teknologi, (2) perkembangan sosisal dan budaya, (3) perbedaan bidang pemakaian, (4) adanya asosiasi, (5) pertukaran tanggapan indra, (6) perbedaan tanggapan, (7) adanya penyingkatan, (8) proses gramatikal, (9) pengembangan istilah.
Dalam analisis ini menghasilkan kata yang mengalami perubahan makna berdasarkan jenisnya. (1) Perubahan makna meluas dialami oleh 15 data, diantaranya pada kata maksud, dunia, derajat, wajah, berkat, majlis, sejarah, subuh, imam, nikmat, haji, nafkah, nurani, rukun, dan ayat. (2) Perubahan makna menyempit dialami oleh 21 data, diantaranya pada kata madrasah, jenazah, amal, kaum, zaman, kitab, ulama?, dakwah, masyarakat, fajar, nafsu, jamaah, sholeh, umur, wudlu, do?a, niat, wujud, ibadah, syariat, dan sedekah. (3) Perubahan makna total dialami oleh 6 data, diantaranya pada kata ahad, hal, isyarat, syiar, selasa, dan lafads. (4) Perubahan makna penghalusan dialami oleh 22 data, diantaranya pada kata hadir, masjid, ilmu, waktu, ahir, sebab, ahlak, haram, wajib, silaturrahim, ikhlas, akidah, akal, sabar, gairah, awal, pikir, tahlil, syahid, hakikat, nikah, dan hukum. (5) Perubahan makna pengerasan dialami oleh 2 data, diantaranya pada kata kafir dan jihad.
Sedangkan faktor yang terjadi dialami oleh (1) Faktor perubahan makna karna perkembangan ilmu dan teknologi dialami oleh 4 data, diantaranya pada kata kitab, dunia, majelis, dan hakikat. (2) Faktor perubahan makna karna perkembangan sosial dan budaya dialami oleh 13 data, diantaranya pada kata madrasah, amal, kaum, zaman, ulama?, dakwah, masyarakat, akhlak, berkat, jamaah, syiar, ibadah, rukun, sedekah, dan hukum. (3) Faktor perubahan makna karna perbedaan bidang pemakaian dialami oleh 5 data, diantaranya pada kata ahad, derajat, isyarat, gairah, dan nurani. (4) Faktor perubahan makna karna adanya asosiasi dialami oleh 34 data, diantaranya pada kata hadir, jenazah, masjid, ilmu, waktu, ahir, sebab, maksud, fajar,wajah, haram, nafsu, wajib, sejarah, silaturrahim, subuh, ikhlas, sholeh, umur, akidah, akal, wudlu, sabar, do?a, niat, awal, wujud, pikir, tahlil, haji, nafkah, syariat, syahid, dan ayat. (5) Faktor perubahan makna karna pertukaran tanggapan indra dialami oleh 1 data yaitu pada kata nikmat. (6) Faktor perubahan makna karna perbedaan tanggapan dialami oleh 2 data yaitu pada kata jihad dan nikah. (7) Faktor perubahan makna karna adanya penyingkatan dialami oleh 1 data yaitu pada kata imam. (8) Faktor perubahan makna karna proses gramatikal, tidak ditemukan data yang mengalami perubahan makna yang disebabkan adanya faktor gramatikal. (9) Faktor perubahan makna karna adanya pengembangan istilah dialami oleh 3 data, diantaranya pada kata kafir, hal, dan selasa.
Perubahan makna serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia pada penelitian ini, hanya dikaji berdasarkan faktor-faktor di luar bahasa. Oleh karena itu, disarankan kepada para peneliti berikutnya untuk meneliti kembali perubahan makna kosakata serapan bahasa Arab dari aspek gramatikal untuk melengkapi penelitian ini. Selain itu, perlu juga dilakukan penelitian perubahan kosakata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia ditinjau dari aspek fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Penelitian ini semoga dapat memberikan sumbangsih terhadap khasanah penelitia semantik serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan studi ilmu bahasa sebagai wujud penerapan disiplin keilmuan.
No other version available