Equipment
Komunikasi Interpersonal yang Ideal Antara Orang Tua dan Anak (Studi Kualitatif Berdasarkan Surat Maryam ayat 42-48)
Abstrak
Berbicara tentang komunikasi, maka etika yang berlaku harus sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Berkomunikasi yang baik menurut norma agama, tentu harus sesuai pula dengan norma agama yang dianut. Bagi umat Islam, komunikasi yang baik adalah komunikasi yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur?an dan Sunnah. Dalam Islam, etika bisa disebut dengan akhlak. Karena itu, berkomunikasi harus memenuhi tuntunan akhlak sebagaimana tercantum di dalam sumber Ajaran Islam itu sendiri, jadi kaitan antara nilai etis dan norma yang berlaku sangat erat. Selain agama sebagai asas kepercayaan atau keyakinan masyarakat, maka ideologi juga menjadi tolak ukur norma yang berlaku.
Dalam Al-Qur?an banyak sekali contoh-contoh komunikasi, termasuk komunikasi interpersonal antara anak dan ayah. Salah satu contohnya adalah kisah Nabi Ibrahim. Meskipun ayahnya adalah seorang pembuat patung dan penyembah berhala, namun Nabi Ibrahim tetap menyerunya dengan lemah lembut. Ayah Nabi Ibrahim bernama Aazar. Beliau terus mengajak Nabi Ibrahim ke jalan kesesatan, yaitu menyembah berhala. Namun ia terus istiqamah meyakinkan ayahnya bahwa berhala tersebut tidak bisa menolong mereka. Nabi Ibrahim selalu menyeru ayahnya untuk meninggalkan ajaran tersebut dengan lemah lembut.
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui komunikasi interpersonal yang ideal antara orang tua dan anak berdasarkan Surat Maryam ayat 42-48
Who Says What in Which Channel to Whom with What Effect? Paradigma Laswell tersebut menunjukkan bahwa komponen atau unsur komunikasi yaitu: Pertama, komunikator (coomunicator, source, sender), atau orang yang menyampaikan pesan. Kedua, pesan (message), atau pernyataan sebagai paduan fikiran dan perasaan yang didukung oleh lambang. Lambang tersebut bisa berupa bahasa maupun lambang lain, di antaranya yaitu gerakan anggota tubuh, gambar, warna, dan sebagainya. Akan tetapi yang biasa dan lebih sering digunakan adalah bahasa, sebab bahasa dapat menunjukkan pernyataan seseorang mengenai hal-hal, selain yang konkrit juga yang abstrak, baik yang terjadi saat sekarang, pada waktu lampau, maupun yang akan datang. Berbeda halnya dengan kemampuan lambang-lambang yang lain. Ketiga, komunikan (communicant, receiver, receipient), atau orang yang menerima pesan. Keempat, media (channel), atau sarana, saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh tempatnya atau banyak jumlahnya. Kelima, efek (effect, impact, influence), atau dampak sebagai pengaruh dari pesan.
Gaya bahasa komunikasi yang dipakai dalam kisah-kisah orang tua dan anak setidaknya ada dua; kalimat interogatif (pertanyaan), dan kalimat imperatif (perintah dan larangan).
No copy data
No other version available