PENDIDIKAN BIOLOGI
Local Community Knowledge And Participation For Animal Diversity Conservation In SSWP IV Sidoarjo, East Java, Indonesia
ABSTRAK
Keanekaragaman hayati merupakan semua bentuk kehidupan, yang secara ilmiah dapat dikelompokkan menurut skala organisasi biologisnya, meliputi gen, spesies tumbuhan dan hewan, mikroorganisme serta ekosistem. Keanekaragaman hayati seringkali digunakan sebagai ukuran kesehatan sistem biologis. Kabupaten Sidoarjo merupakan wilayah tropis sehingga memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Sub Satuan Wilayah Pengembangan (SSWP) adalah kesatuan ruang yang mempunyai spesifikasi fisik, sosial, ekonomi serta memerlukan manajemen penyelenggaraan pembangunan tertentu untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan laju pertumbuhan wilayah yang berhasilguna dan berdaya guna. SSWP IV meliputi wilayah Kecamatan Krian, Kecamatan Balongbendo, Kecamatan Wonoayu,Kecamatan Tarik dan Kecamatan Prambon; dengan fungsi utama pertanian teknis, zona industri ditunjang dengan kegiatan permukiman kepadatan rendah dengan pusat pertumbuhan berada di Kawasan Krian.
Tujuan Analisis Keanekaragaman Hayati di SSWP IV Kabupaten Sidoarjo yakni tersusunnya profil Keanekaragaman Hayati di SSWP IV Sidoarjo, prediksi kondisi keanekaragaman hayati di SSWP IV sampai tahun 2029, merumuskan kebijakan dan pengambilan keputusan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam rangka untuk menjaga dan melestarikan serta melindungi keanekaragaman hayati dari kepunahan di SSWP IV Kabupaten Sidoarjo, memberikan informasi teknis secara digital untuk melihat potensi Keanekaragaman Hayati secara cepat dan mudah bagi seluruh stakeholder yang berkepentingan. Berdasarkan hasil studi literatur dan survey langsung di lapangan, dapat diketahui bahwa kondisi eksisting wilayah SSWP IV Kabupaten Sidoarjo memiliki tanah yang subur dan sesuai untuk kegiatan pertanian. Wilayah tersebut memiliki berbagai keanekaragaman ekosistem, yakni ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami yang terdapat di wilayah tersebut adalah ekosistem sungai, kebun, dan padang rumput, sedangkan ekosistem buatan meliputi ekosistem sawah, kolam/empang dan ekosistem Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Kenekaragaman spesies dan genetik di SSWP IV Sidoarjo dikelompokkan kedalam tumbuhan dan satwa liar belum bernilai ekonomi, tumbuhan dan satwa liar bernilai ekonomi, tumbuhan pangan, tumbuhan hortikultura, tumbuhan kehutanan dan pertamanan, tumbuhan obat/rempah, tumbuhan pakan ternak, tumbuhan industri, satwa budidaya darat dan satwa budidaya perairan. Hasil survei juga mendapatkan bahwa terdapat spesies hewan dilindungi UU No. 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya yakni Burung Madu Hitam (Leptocoma sericea) yang dipelihara oleh warga. Selain itu juga terdapat spesies burung hantu (Tyto alba) dan ular kobra yang perlu dilestarikan terkait fungsi ekologisnya sebagai predator hama tikus di lahan pertanian. Spesies tumbuhan yang juga perlu dilestarikan antara lain sukun (Artocarpus atilis) dan gayam (Inocarpus edulis) yang merupakan spesies lokal serta bambu (Bambusa sp.) terkait fungsi ekonominya yang tinggi dan fungsi ekologisnya sebagai tumbuhan riparian untuk mencegah erosi tepi sungai.
Kata Kunci : komunitas lokal, keanekaragaman hayati, SSWP IV Sidoarjo
No copy data
No other version available