PENDIDIKAN BIOLOGI
Aplikasi Pupuk cair hasil Fermentasi Limbah Organik Rumah Tangga dan Kertas Bekas pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.)
RINGKASAN
Limbah merupakan hasil buangan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik, contohnya limbah rumah tangga, yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola limbah hasil kegiatan manusia ialah dengan mengolahnya menjadi kompos cair (pupuk cair organik) karena pupuk cair organik penggunaannya dengan cara disemprot ke daun dan tanah, sehingga lebih cepat diserap oleh daun serta mudah meresap ke dalam tanah (Latifah, 2012).Bahan yang digunakan untuk membuat pupuk cair hasil fermentasi limbah organik rumah tangga dan kertas bekas yaitu dari campuran kertas bekas, sisa sayuran, cairan rumen sapi, air kelapa, air cucian beras, gula merah, dan EM4. Pupuk cair hasil fermentasi dari limbah organik rumah tangga dan kertas bekas mengandung unsur hara yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sawi, sehingga dengan penambahan pupuk cair hasil fermentasi dari limbah organik rumah tangga dan kertas bekas tanaman sawi dapat tumbuh subur dan meningkatkan hasil panen. Sawi merupakan jenis sayur yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair hasil fermentasi limbah organik dan kertas bekas sebagai pupuk cair organik terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk cair hasil fermentasi limbah organik dan kertas bekas sebagai pupuk cair organik yang digunakan sebagai usaha mempercepat pertumbuhan pada tanaman sawi (Brassica juncea L.), karena pada pupuk cair hasil fermentasi limbah organik rumah tangga dan kertas bekas mengandung unsur hara yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen yang dilakukan selama 30 hari. Data hasil penelitian rata-rata tinggi tanaman sawi, yaitu : pada perlakuan K0 = 11,9 cm, K1 = 14,4 cm, K2 = 14,7 cm, K3 = 15,3 cm, dan K4 = 16,9 cm. Rata-rata jumlah daun tanaman sawi, yaitu : pada perlakuan K0 = 4,8 helai, K1 = 5 helai, K2 = 5,6 helai, K3 = 5,6 helai, dan K4 = 6,2 helai. Dan rata-rata biomassa tanaman sawi, yaitu : pada perlakuan K0 = 0,482 gr, K1 = 0,55 gr, K2 = 0,56 gr, K3 = 0,57 gr, dan K4 = 0,738 gr. Setelah dilakukan pengamatan dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk cair hasil fermentasi limbah organik rumah tangga dan kertas bekas berpengaruh signifikan pada pertumbuhan tanaman sawi. Sedangkan untuk mengetahui perlakuan yang paling baik dilakukan uji BNT LSD. Pengaruh pemberian pupuk cair hasil fermentasi limbah organik rumah tangga dan kertas bekas yang paling baik terhadap tinggi batang, jumlah daun, biomassa tanaman sawi (Brassica juncea L.) adalah pada perlakuan K4 yaitu pemberian 100 % = 100 ml.
Kata Kunci: Limbah Organik, Kertas Bekas, Pupuk cair, Pertumbuhan Sawi
No copy data
No other version available