PENDIDIKAN MATEMATIKA
PEMANFAATAN JANTUNG PISANG MENJADI ABON YANG MEMILIKI NILAI JUAL DI DESA MENTOSO KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN
PEMANFAATAN JANTUNG PISANG MENJADI ABON YANG MEMILIKI NILAI JUAL DI DESA MENTOSO
KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN
Arik Umi Pujiastuti1, Wendri Wiratsiwi2, Lulu Anggi Rosalia3
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Abstrak
Pada umumnya tanaman pisang dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, setinggi 2000 meter dari permukaan laut (Putro dan Rosita, 2004:1). Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Media tanam pohon pisang yaitu pada tanah yang kaya humus dan mengandung kapur. Perkembangbiakan tanaman pisang ini dengan tunas, sehingga tanpa membutuhkan perawatan yang khusus tanaman ini dapat berkembang biak dengan cepat. Oleh karena itu, tanaman pisang banyak tumbuh di seluruh wilayah Indonesia. Demikian halnya di kabupaten Tuban banyak tumbuh tanaman pisang, karena kondisi iklim dan alamnya mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Setiap bagian dari tanaman pisang dari akar sampai daun dapat dimanfaatkan. Bagian tanaman pisang yang selalu dimanfaatkan adalah buah dan daunnya. Sisa bunga pisang yang tidak bisa menghasilkan buah dikenal sebagai jantung pisang. Berbeda dengan buahnya yang rasanya manis dan banyak dimakan oleh masyarakat, jantung pisang tidak begitu enak jika dibandingkan dengan buahnya. Jantung pisang biasanya hanya diolah menjadi sayur. Hal ini yang menyebabkan jatung pisang tidak begitu diminati masyarakat sehingga nilai ekonominya relatif rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan nilai ekonominya, jantung pisang harus diolah menjadi aneka makanan.
Kata kunci: Jantung pisang, Abon Jantung Pisang
No copy data
No other version available