Buku PGSD
PENERAPAN MODEL PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI GAYA MAGNET PADA SISWA KELAS V SEMESTER II SDN KUMPULREJO 2 KECAMATAN BANGILAN KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Berdasarkan observasi awal pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas V SDN Kumpulrejo 2 Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban, menunjukan bahwa guru masih menggunakan metode ceramah dan penghafalan dalam pembelajaran IPA, siswa cenderung pasif, tidak antusias dan tidak bersemangat, sehingga berimbas pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Kondisi tersebut memerlukan suatu perbaikan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi siswa. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas mengambil solusi untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model Problem Posing untuk memperbaiki model pembelajaran yang nantinya dapat meningkatkan hasil belajar.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu ingin mengetahui hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan aktivitas guru. Dengan rumusan masalah tersebut penelitian ini dilakukan menerapkan model Problem Posing.
Penelitian yang dilakukan merupakan PTK dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus, yakni siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kumpulrejo 2 Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan observasi.
Hasil penelitian ini adalah aktivitas siswa pada siklus I yakni mencapai persentase rata-rata 55,9%. Sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mencapai persentase rata-rata 80,3%. Hasil aktivitas guru pada siklus I mencapai persentase rata-rata 75%. Dan siklus II mencapai persentase rata-rata 95%. Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai presentase ketuntasan belajar sebesar 50%, hal ini berarti 10 dari 20 siswa nilainya sudah mencapai KKM. Sedangkan sisanya yakni 50%, atau 10 dari 20 siswa nilainya masih di bawah KKM yang telah ditentukan. Hasil belajar siswa pada siklus II kemudian meningkat, yakni mencapai presentase ketuntasan belajar sebesar 90% atau 18 dari 20 siswa yang nilainya sudah mencapai KKM. Sedangkan sisanya yakni 10%, atau 2 dari 20 siswa nilainya masih di bawah KKM yang telah ditentukan. Peningkatan dari pra siklus ke siklus I dan pra siklus ke siklus II yakni mencapai 50% dan 90%. Di mana ketuntasan pra siklus hanya 30% saja.
Kata kunci: model problem posing, hasil belajar
No copy data
No other version available