Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn TENTANG MENGHARGAI DAN MENAATI KEPUTUSAN BERSAMA PADA SISWA KELAS V MI MUHAMMADIYAH 1 KARANGAGUNG KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Muhammad Agus Santoso. 2017 : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournamets (TGT) untuk Meningkatan Hasil Belajar PKn tentang Menghargai dan Mentaati Keputusan Bersama Pada Siswa Kelas V MI Muhammadiyah 1 Karangagug Kec.Palang Kab. Tuban Tahun Pelajaran 2016/ 2017
Pembimbing : 1. Dr. Djoko Apriono, M.Pd.
2. Arik Pujiastutik, M.Pd.
Kata kunci : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournamets (TGT) , Aktivitas belajar, Hasil belajar.
PKn di SD/MI Bertujuan agar siswa mampu menjadi warga Negara yang baik dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan pembelajaran PKn di kelas MI Muhammadiyah Karangagung kurang bervariasi, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran dan hasil belajarnya rendah. Maka perlu dilaksanakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT sebagai alternatif pemecahannya. Tujuan penelitian ini adalah Mendiskripsikan apakah proses untuk mengetahui :Peningkatan aktivitas belajar PKn siswa MI Muhammadiyah 01 Karangagung dan bagaimana melalui Peningkatan hasil belajar PKn siswa MI Muhammadiyah 01 Karangagung melalui model pembelajaran Kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) pada mata pembelajaran PKn
Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan dalam Kurikulum 2004 disebut sebagai mata pelajaran Kewarganegaraan (Citizenship). Mata pelajaran Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan diri yang beragam dari segi agama, sosial kultur, bahasa, usia, dan suku bangsa untuk menjadi warga Negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.
Peningkatan aktivitas kinerja guru siklus I sebesar 59 dan siklus II menggalami penigkatan 74 dengan kategori baik. Selain dari meningkatnya hasil belajar, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas juga ikut mengalami peningkatan, pada siklus I diperoleh persentase klasikal ,78,26 % dengan kriteria sangat aktif kemudian pada siklus II sebesar 82.60% dengan kriteria sangat aktif. hasil belajar dapat dilihat dari persentase klasikal ketuntasan belajar pada data awal siswa yaitu Sebesar 56,52% dengan kriteria Tidak Tuntas. Pada siklus I sebesar 43,47% dengan kriteria Tidak Tuntas dan pada siklus II sebesar 78,26% dengan kriteria Tuntas.
No other version available