Laporan Penelitian Dosen
MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIVICATION TECHNIQUE PADA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS V SEMESTER II SDN PLUMPANG III KECAMATAN PLUMPANG KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Habibullah, Fajar. 2017 : Meningkatkan Kemampuan Afektif Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Value Clarivication Technique Pada Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas V Semester II SDN Plumpang III Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban Jawa Timur Tahun Pelajaran 2016/2017
Pembimbing : 1. Drs. Suharsono, M.Pd
2. Fera Dwidarti, S.Pd.,M.Pd
Kata Kunci : Value Clarivication Technique, kemampuan afektif, hasil belajar
.Permasalahan pokok yang terjadi di SDN III Plumpang adalah hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi ulangan harian semester genap tahun pelajaran 2016/2017 pada mata pelajaran PKn diperoleh nilai terendah 37, nilai tertinggi 79 dan nilai rata-rata 62,92. Dari 31 siswa yang mencapai KKM hanya 9 siswa. Pembelajaran PKn yang dilakukan guru melalui metode ceramah dalam menjelaskan materi pelajaran terlalu cepat tanpa menggunakan alat media dan model yang sesuai, dan guru jarang memberi motivasi belajar siswa, akibatnya hampir 60% siswa kurang aktif. Untuk memecahkan masalah tersebut peneliti menetapkan alternatif tindakan untuk meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar PKn siswa. Salah satunya peneliti menggunakan model pembelajaran Value Clarivication Technique (VCT).
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus pembelajara. Penelitian ini dilakukan pada sisiswa kelas V SDN Plumpang III Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban Jawa Timur Tahun Pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa kelas V adalah 14 orang dengan rincian 16 laki-laki dan 15 perempuan.
Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru pada mata pelajaran PKn menggunakan model pembelajaran Value Clarivication Technique (VCT) dari siklus I mencapai 23 poin (66%) masuk kategori baik sedangkan siklus II mencapai 31 poin (88,57%) dikatakan masuk kategori sangat baik. Peningkatan pada aktivitas siswa dari siklus I dengan kategori cukup aktif yang terdiri dari 16 siswa kriteria cukup aktif, 11 siswa kriteria aktif dan 4 siswa kriteria sangat aktif, sedangkan pada siklus II dengan kriteria aktif yang terdiri dari 27 siswa kriteria aktif, dan 4 siswa kriteria sangat aktif. Peningkatan Hasil belajar siswa yang cukup signifikan mulai dari prasiklus dengan tingkat ketuntasan belajar hanya 29,03% (9 yang tuntas dari 31 siswa), menigkat menjadi 58,06% (20 yang tuntas dari 31 siswa) pada pembelajaran siklus I, dan meningkat menjadi 87,09% (28 yang tuntas dari 31 siswa) pada pembelajaran siklus II.
No other version available