Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MERONCE DENGAN MEDIA SEDOTAN PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN KELOMPOK BERMAIN PELITA HATI DESA TEMAYANG KECAMATAN TEMAYANG KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016
ABSTRAKSI
Fitri Kurnia, 2016 : Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Meronce Dengan Media Sedotan Pada Anak Usia 3-4 Tahun Kelompok Bermain Pelita Hati Desa Temayang Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Tahun Ajaran 2015/2016
Pembimbing : 1. Dr. Moh Mu?minin,M.Pd
2. Yuyun Istiana,S.Pd.
Kata Kunci : Metode demonstrasi kegiatan meronce, media sedotan
Prestasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan siswa menerima pelajaran saja, akan tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan gurunya yang mampu membangkitkan minat dan perhatian siswa pada waktu belajar. Maka sudah barang tentu akan sangat membantu siswa untuk dapat menerima pelajaran tersebut dengan sebaik-baiknya. Untuk dapat membangkitkan minat siswa tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan metode mengajar yang baik dan benar. Diantaranya dengan metode demonstrasi kegiatan meronce dengan media sedotan.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kemampuan mtorik halus siswa dengan metode demonstrasi dalam kegiatan meronce dengan media sedotan agar siswa lebih aktif belajar sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa dan mendorong guru lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.
Penelitian ini dilaksanakan di KB. Pelita Hati Desa Temayang Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 20 anak. Analisa data dilakukan dengan menyeleksi dan mengelompokkan kemampuan kognitif siswa kemudian Data penelitian ini adalah data siswa KB. Pelita Hati Desa Temayang Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2015/2016 membuat kesimpulan dari hasil data dan menghitung prosentasenya.
Penerapan model pembelajaran melalui kegiatan meronce dengan media potongan sedotan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus siswa Kelompok Bermain Pelita Hati Desa Temayang Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro tahun ajaran 2015/2016.. Hal ini diketahui dari 20 siswa pada aspek anak dapat memasukkan benang ke dalam lubang data awal ada 6 anak (30%) meningkat menjadi 12 anak (60,2%) pada siklus I, sedangkan pada siklus II sudah meningkat lagi menjadi 19 anak (95%). Pada aspek anak mampu memasukkan potongan sedotan sesuai pola warna yang dicontohkan, misal: merah,hijau,merah,hijau dari data awal yang tuntas 3 anak (15,%) meningkat menjadi 10 anak (50%) pada siklus I, sedangkan pada siklus II sudah meningkat lagi menjadi 18 anak (90%). Pada aspek kerapian hasil meronce dari data awal yang bisa 3 anak (15%) meningkat menjadi 9 anak (45%) pada siklus I, sedangkan pada siklus II sudah meningkat lagi menjadi 14 anak (70%).
No other version available