Digital Versatile Disc
PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI
Abstrak
Pendidikan anak usia dini tidak hanya pendidikan yang bersifat jasmani saja tetapi tercakup pula yang bersifat rohani. Mengingat pendidikan bertujuan untuk mengembangkan ketiga aspek yang dimiliki manusia yaitu psikomotorik, kognitif dan afektif. Atau dalam hasil akhirnya adalah menjadi manusia yang sempurna. Dalam pembinaan perkembangan ketiga aspek tersebut, anak prasekolah (TK) membutuhkan tenaga ahli dalam bidang pendidikan yaitu guru.Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui perkembangan kecerdasan emosional anak. (2) Untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini di TK Plus At Taqwa Brondong Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata kata tertulis atau lisan dari orang orang dan perilaku yang diamati. Kajian dari penelitian ini difokuskan pada keterampulan guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 4-6 tahun. Komponen kecerdasan emosional yang dikembangkan adalah (1) Keterampilan mengenali emosi diri, (2)Keterampilan mengelolah emosi, (3)Keterampilan memotivasi diri, (4)Keterampilan mengenali emosi orang lain (empati), (5)Keterampilan membina hubungan dengan oran lain. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam menanalisa data mengunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menginterpretasikan data- data yang diperoleh dalam bentuk kalimat-kalimat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1)Perkembangan kecerdasan emosioanl anak mampu mengenali dan merasakan emosinya sendiri serta mampu memahami penyebab perasaan timbul, seperti merasakan senang, sedih, marah serta menyadari penyebab emosi tersebut. Aspek mengelola emosi, anak mampu mengelolah amarah secara baik. Mampu mengendalikan emosinya dan bertindak sewajarnya. Aspek memotivasi diri, anak mampu bertanggungjawab atas tugas yang diberikan guru, percaya diri untuk tampil memimpin doa, dan berani bertanya. Aspek empati, anak mau mendengarkan, menerima pendapat teman dan senang membantu teman. Aspek membina hubungan dengan orang lain, anak mampu berinteraksi dengan teman sebayanya, bekerjasama dengan teman dan mau berteman dengan siapapun. Peran guru dalam mengembangkan kecerdasan emosional (1) Keterampilan mengenali emosi diri dikembangkan dengan cara meningkatkan perbendaharan emosi anak, membantu anak menyebutkan semua perasaan yang dirasakan anak melalui kata-kata seperti marah, cemas, takut, senang dan semangat. (2) Keterampilan mengelolah emosi dikembangkan dengan cara membacakan cerita teladan. Cerita sangat efektif untuk mempengaruhi cara berfikir dan perilaku anak, membacakan cerita dapat mengajarkan anak berfikir realistis dan belajar memecahkan masalah.guru memberi teladan untuk jujur dan meminta maaf kepada anak jika bersalah (3) keterampilan motivasi diri dikembangkan dengan cara memberi semangat untuk berusaha menyelesaikan tugas, memberikan reward atas prestasi anak dan memberikan pujian kepada anak atas kebaikan yang dilakukan. (4) Keterampilan empati dikembangkan dengan cara menumbuhkan persahabatan, membiasakan kebaikan tanpa pamrih, menyertakan anak dalam kegiatan kelompok. (5)Keterampilan membina hubungan dengan orang lain dikembangkan dengan cara pemberian keterampilan, pembiasaan dan kegiatan bermain sosial.
No copy data
No other version available