Skripsi Ilmu Perikanan
BAHASA FIGURATIF DAN CITRAAN LIRIK LAGU DALAM ALBUM PAYUNG TEDUH DAN DUNIA BATAS KARYA BAND PAYUNG TEDUH
ABSTRAKSI
Shoffa?uddin, 2017 : Bahasa Figuratif dan Citraan Lirik Lagu dalam Album Payung Teduh dan Dunia Batas Karya Band Payung Teduh
Pembimbing : 1. Dra. Sri Yanuarsih, M.Pd.
2. Dr. H. Moh. Muminin, M.Pd
Kata Kunci : Bahasa Figuratif, Citraan, Lirik Lagu, Band Payung Teduh
Sastra merupakan hasil pemikiran yang mendalam dan kreatif dari pengarangnya. Hasil penuangan ide, kreativitas sehingga dapat dinikmati lewat kata-kata nanti akan memunculkan sebuah karya sastra. Seiring kemajuan zaman dan berkembangnya ilmu pengetahuan, seorang penyair dalam membuat sebuah karya satra jadi semakin merdeka. Salah satu bentuk kebebasan dalam menciptakan sebuah karya sastra dengan adanya sebuah lirik dalam sebuah lagu. Lirik lagu sebagai karya sastra menggunakan bahasa sebagai media untuk mengungkapkan makna. Dalam hal ini pengamatan atau pengkajian terhadap lirik lagu khususnya dilihat dari gaya bahasanya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas muncul dua masalah yaitu, (1) Bagaimanakah bahasa figuratif lirik lagu dalam album Payung Teduh dan Dunia Batas karya band Payung Teduh?; (2) Bagaimanakah citraan lirik lagu dalam album Payung Teduh dan Dunia Batas karya band Payung Teduh?
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan Bahasa figuratif lirik lagu dalam album Payung Teduh dan Dunia Batas karya band Payung Teduh; (2) Citraan lirik lagu dalam album Payung Teduh dan Dunia Batas karya band Payung Teduh.
Untuk mempermudah penganalisisan. penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, yaitu penelitian yang dimaksudkan dengan mendeskripsikan data-data yang berupa kata-kata. Sedangkan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dengar catat, teknik kepustakaan,dan teknik baca catat.
Sebagai akhir dari pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa dalam bahasa figuratif dan citraan lirik lagu dalam album payung teduh dan dunia batas karya band payung teduh, untuk bahasa figuratif dari 15 lirik lagu yang ada, tercatat hanya satu judul lagu saja yang tidak ditemukan majas di dalamnya, yaitu lagu berjudul Amy. Dari jenis-jenis majas yang ada berikut ini permajasan yang digunakan Payung teduh; personifikasi, hipalasae, antonomia, epos, metanomia, satire, inuendo,alegori, metafora, ironi, sinekdoke, simile, epitet.
Dari 15 lagu yang ada, ditemukan 9 idiom yang digunakan oleh Payung Teduh. Idiom dalam dua album karya payung teduh hanya terdapat pada lagu, tidurlah, berdua saja, resah, dan menuju senja. sedangkan pribahasa ditemukan dua jenis saja, yaitu perumpamaan dan pepatah. Dua jenis pribahasa tersebut sebanyak 7 kali pada empat judul lirik lagu, yaitu; kita adalah sisa-sisa keikhlasan yang tidak diikhlaskan, kucari kamu, cerita tentang gunung dan laut, dan angin pujaan hati.
Sedangkan citraan dalam lirik lagu karya payung teduh ditemukan beberapa lirik lagu. (1) citraan penglihatan total muncul sebanyak 10 kali dan terdapat pada lirik lagu berdua saja, untuk perempuan yang sedang dalam pelukan, kucari kamu, dan resah, (2) citraan pendengaran muncul 9 kali dan terdapat pada lirik lagu biarkan, di ujung malam, rahasia, berdua saja, dan tidurlah, (3) citraan gerak muncul sebanyak 7 kali dan muncul pada lirik lagu resah, kucari kamu, di uung malam, dan biarkan, (4) citraan perabaan muncul 5 kali dalam lirik lagu angin pujaan hati, cerita tentang gunung dan laut, rahasia, dan biarkan, (5) citraan penciuman muncul 5 kali dan terdapat pada lirik lagu cerita tentang gunung dan laut, menuju senja, dan rahisia,(6) citraan pencecapan muncul 2 kali dalam lagu angin pujaan hati, dan (7) citraan intelekual muncul 7 kali dalam lirik lagu cerita tentang gunung dan laut, malam, tidurlah, kita adalah sisa-sisa keikhlasan yang tidak diikhlaskan, dan amy.
No other version available