TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN MEDIA VISUAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA MTs
ABSTRAK
Alfiyatus Sa?adah. 2017 : Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving dengan Media Visual terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa MTs
Pembimbing I : Dr. Rita Yuliastuti, M.Si.
Pembimbing II Tanti Nawangsari, S.Si, M.Pd.
Kata Kunci : creative problem solving, media visual, pemahaman konsep.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan siswa kelas VIII MTs Manbail Futuh dalam menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep matematika yang bersifat abstrak. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu adakah perbedaan yang signifikan model pembelajaran creative problem solving dengan media visual dan pembelajaran konvensional terhadap pemahaman konsep matematika di kelas VIII MTs Manbail Futuh tahun pelajaran 2016/2017. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran creative problem solving dengan media visual dan pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep matematika di kelas VIII MTs Manbail Futuh tahun pelajaran 2016/2017.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Manbail Futuh. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII I sebaga kelas eksperimen yang diajarkan model pembelajaran creative problem solving dengan media visual dan kelas VIII K sebagai kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep matematika. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 19.0.
Hasil uji Mann-Whitney pada data posttest diperoleh Zhitung < - yaitu -2,185 < -1,96, maka keputusan ditolak (ada perbedaan yang signifikan pemahaman konsep matematika siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol). Hasil data skor pretest dan skor posttest menunjukkan peningkatan rata-rata dari kelas eksperimen lebih besar peningkatan rata-rata kelas kontrol yaitu 42,115 > 35,3, maka pembelajaran di kelas eksperimen lebih baik daripada di kelas kontrol. Perbedaan pemahaman konsep antara kelas eksperimen dan kelas kontrol muncul karena adanya perlakuan model pembelajaran creative problem solving dengan media visual pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, sedangkan faktor lainnya seperti guru, materi, soal dan lainnya sama. Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan pembelajaran creative problem solving dengan media visual terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII MTs Manbail Futuh Tahun Pelajaran 2016/2017.
No other version available