CD-ROM
Implementasi Logika Fuzzy Dalam Penentuan Produksi Barang Dengan Menggunakan Metode Tsukamoto
Persaingan antar perusahaan yang ada saat ini menuntut adanya suatu cara agar perusahaan tetap mendapatkan keuntungan yang maksimal. Salah satunya adalah ketepatan dalam penentuan jumlah barang yang akan diproduksi. Karena penentuan jumlah produksi barang berpengaruh besar terhadap pendapatan suatu perusahaan. Salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengimplementasikan logika fuzzy metode Tsukamoto. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan suatu permasalahan yang akan dijawab dalam penelitian ini yaitu ?Bagaimana Implementasi Logika Fuzzy dalam Penentuan Produksi Barang dengan Menggunakan Metode Tsukamoto??.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi logika fuzzy dalam penentuan jumlah produksi barang dengan menggunakan metode Tsukamoto. Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka penelitian ini tergolong penelitian terapan. Penelitian ini dilaksanakan di konveksi Elfa Collection Sedan-Rembang. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, dengan sumber data berupa data primer.
Dalam skripsi ini, logika fuzzy dengan menggunakan metode Tsukamoto dirancang untuk menentukan produksi barang. Ada 3 langkah untuk memperoleh output dalam penentuan produksi barang, yaitu : (a) Mendefinisikan variabel fuzzy, dalam pendefinisian ini diperoleh 2 variabel input, yaitu permintaan dan persediaan dan 1 variabel output, yaitu produksi barang (b) Mengkombinasika semua himpunan fuzzy tersebut sehingga diperoleh 9 aturan fuzzy, yang selanjutnya digunakan pada tahap inferensi yaitu di cari nilai ? dan z dari setiap aturan, dan (c) Defuzzifikasi, metode yang digunakan adalah dengan defuzzifikasi rata-rata terpusat.
Berdasarkan pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan logika fuzzy metode Tsukamoto, di peroleh hasil penelitian jika jumlah permintaan sebanyak 1400 kemasan/hari dan jumlah persediaan sebanyak 450 kemasan/hari maka produksi barang sebanyak 951,91 kemasan/hari yang dibulatkan menjadi 952 kemasan/hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah barang yang harus diproduksi pada tanggal 17 Juni 2012 sebanyak 952 kemasan.
No copy data
No other version available