Realia
Peningkatan Kemampuan Mengenal Bilangan 1-10 Dengan Media Kartu Angka Pada Anak Kelompok A Di KB Tunas Bakti Desa Giyanti Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2016/2017. Program Studi Pendidigan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Kemampuan mengenal lambang bilangan merupakan kemampuan anak untuk mengenal simbol-simbol bilangan. Mengenal lambang bilangan penting untuk dikembangkan karena merupakan dasar kemampuan matematika pada anak. Kemampuan mengenal lambang bilangan yang baik sejak usia dini, memudahkan anak dalam memahami operasi-operasi bilangan pada tingkat pendidikan selanjutnya yaitu pendidikan sekolah dasar, tingkat menengah, dan perguruan tinggi. Anak dikatakan mengenal lambang bilangan dengan baik apabila anak tidak sekedar menghafal lambang bilangan, akan tetapi telah mengenal bentuk dan makna dari bilangan tersebut dengan baik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 pada Kelompok A Di KB Tunas Bakti Desa Giyanti Kecamatan Sambong Tahun Pelajaran 2016/2017, 2) Bagaimana kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 dengan menggunakan media kartu angka pada Kelompok A Di KB Tunas Bakti Desa Giyanti Kecamatan Sambong Tahun Pelajaran 2016/2017, 3) Apakah media kartu angka bergambar dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 pada Kelompok A Di KB Tunas Bakti Desa Giyanti Kecamatan Sambong Tahun Pelajaran 2016/2017. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan II sikus. Subyek penelitian adalah siswa Kelompok A Di KB Tunas Bakti Desa Giyanti Kecamatan Sambong, sebanyak 23 siswa. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklusnya terdapat tahapan-tahapan yang diterapkan dalam pembelajaran, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 anak Kelompok A Di KB Tunas Bakti Desa Giyanti mengalami peningkatan. Dari rekapitulasi pengamatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II, jika dibandingkan dengan data pra survey yaitu untuk prosentase ketuntasan kelas hanya 35% kemudian pada siklus I terdapat peningkatan dengan prosentase sebesar 70% dan pada siklus II prosentase ketuntasan kelas yang didapatkan adalah 96% yang berarti bahwa penelitian yang dilakukan sudah berhasilmencapai prosentase yang diharapkan yaitu ketuntasan kelas mencapai lebih dari atau sama dengan 85%.
No other version available