Realia
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Melalui Metode Bercerita Pada Kelompok B Di KB Pelangi Desa Tambakromo Cepu Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2016/2017. Program Studi Pendidigan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
Kemampuan bicara dan berbahasa pada manusia ini akan berkembang dengan baik dalam suasana yang dipenuhi suara dan gambar, serta secara terus menerus berhubungan dengan bahasa dan pembicaraan dari manusia.Dari hasil kegiatan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti tampak bahwa pada pembelajaran menceritakan gambar yang ada di buku anak kurang mampu menggunakan bahasa yang disampaikan. Untuk itu, Untuk meningkatkan kemampuam berbahasa digunakan oleh peneliti melalui metode bercerita.
Rumusan masalah dalam penelitian 1) Bagaimana kemampuan berbahasa anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita pada kelompok B 2) Apakah penerapan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak pada kelompok B. Tujuan Penelitian ini 1) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa anak pada kelompok B melalui metode bercerita 2) Untuk mendeskripsikan penerapan metode bercerita pada kelompok B dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan II sikus. Subyek penelitian adalah kelompok B Di KB Pelangi Desa Tambakromo Cepu Kabupaten Blora, sebanyak 10 siswa. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Tahapan - tahapanya yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis data bersifat deskriptif kualitatif pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 2004 mencapai skor 65% tuntas siswa dan 85% untuk tuntas kelas.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak kelompok B di KB Pelangi desa Tambakromo Cepu Kabupaten Blora. Prasiklus 40%. Pada siklus I mengalami kenaikan 30% dengan nilai ketuntasan kelas menjadi 70% dan pada nilai siklus ke II mengalami kenaikan 20% dengan nilai ketuntasan kelas menjadi 90%.
No other version available