Realia
Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Pada Anak TK Islam Ma?arif Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Tahun Ajaran 2016/2017. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. FKIP Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
Penelitian tidakan kelas di TK Islam Ma?arif Panolan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2016/2017, dilaksanakan berdasarkan observasi yang dilakukan masih banyak anak yang tingkat motorik kasarnya masih rendah. Motorik kasar di PAUD merupakan pondasi utama untuk perkembangan selanjutnya. Masalah tersebut dapat di atasi peneliti dengan metode bermain peran.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peningkatan kemampuan motorik kasar melalui metode bermain peran pada anak TK Islam Ma?arif Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Tahun Ajaran 2016/2017 ?.Tujuan Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik kasar melalui metode bermain peran pada TK Islam Ma?arif Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2016/2017.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan II sikus. Setiap siklusnya terdapat tahapan-tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah TK Islam Ma?arif Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, sebanyak 10 anak. Instrumen pengumpulan data observasi dan dokumentasi. Analisis data adalah cara deskriftif kualitatif dan tuntas individu 65% sedangkan tuntas kelas 85%.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil data prosentase tingkat ketuntasan kelas pada pra siklus adalah 30%, siswa yang tidak tuntas 3 anak dari jumlah keseluruhan 10 anak. Penelitian siklus I dalam meningkatkan ketrampilan motorik kasar melalui bermain peran pada TK Islam Ma?arif Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora dengan jumlah anak didik sebanyak 7 anak dengan prosentase ketuntasan belajar klasikal yang mencapai nilai 70%. Hasil penelitian siklus II anak didik sebanyak 9 dengan prosentase ketuntasan belajar klasikal yang mencapai nilai 90%.
No other version available