Realia
PENINGKATANKEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP WARNA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEWARNA DAN KRAYON PADA KELOMPOK B1 TK PERTIWI MOJOWETAN KEC.BANJAREJO KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAK
Parti, 2017 : Peningkatan Kemampuan Memahami Konsep Warna Dengan Menggunakan Media Pewarna dan Krayon pada anak Kelompok B1 TK Pertiwi Mojowetan Kec. Banjarejo Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2016/2017.
Pembimbing : Dra. Sri Yanuarsih, M.Pd
Kata Kunci : Konsep warna, pewarna, Krayon, Metode Demonstrasi.
Penelitia ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih kemampuan mengenal warna merupakan salah satu pengembangan kemampuan kognitif yang harus diperkenalkan ke anak sejak usia dini. Salah satu kemampuan eksperimen yang dapat dikembangkan di Anak-anak usia dini adalah latihan bereksperimen. Berbagai eksperimen kecil yang dapat diajarkan di PAUD adalah mengamati pertumbuhan tanaman.
Subyek penelitian ini adalah seluruh anak Kelompok B1 TK Pertiwi Mojowetan Kec. Banjarejo Kabupaten Blora yang berjumlah 40 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk mengamati aktivitas guru dan aktivitas anak dalam pembelajaran memahami konsep warna dengan media pewarna alami dan krayon. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini yaitu hasil belajar anak, lembar observasi aktivitas guru dan anak, dokumentasi kegiatan belajar anak.
Teknik analisis data digunakan analisis deskriptif komparatif, yakni dengan membandingkan kemampuan memahami konsep warna antar siklus, yang dianalisis adalah kemampuan memahami konsep warna sebelum pelaksanaan dengan menggunakan media pewara alami dan krayon dan kemampuan memahami konsep warna setelah pelaksanaan dengan menggunakan media pewara alami dan krayon sebanyak dua siklus.
Oleh karena itu berdasarkan permasalahan diatas, maka untuk meningkatkan pemahaman anak akan konsep warna primer dan sekunder, penulis mencoba menerapkan penggunaan media pewarna makanan dan krayon. Melalui media pewarna makanan dan rayon diharapkan anak dapat membuat anak termotivasi, timbul keberanian untuk mencoba berbagai campuran warna, anak lebih kreatif, dan dapat menghasilkan sesuatu yang original.
Hal ini terbukti bahwa rata-rata prosentase ketuntasan belajar pada keempat aspek penilaian telah mengalami peningkatan tajam. Jika pada siklus I prosentase TB hanya 77.50% atau sebanyak 31 anak yang tuntas maka meningkat pada siklus II menjadi sebesar 87.50% atau sebanyak 35 anak yang tuntas.
No other version available