Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN MERONCE PADA ANAK KELOMPOK A TK PKK BUNGA SAMUDERA KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Aelismawati, 2017 : Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Permaiana Meronce pada Anak Kelompok A TK PKK Bunga Samudera Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017.
Pembimbing I : Dra. Henny Sri Astuty , M.Pd
Pembimbing II : Allan Firman Jaya, S.Psi., M.Pd
Kata kunci : Kemampuan Kognitif, Meronce, Metode bermain
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan kognitif anak pada kelompok A di TK PKK Bunga Samudera Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Di temukan permasalahannya yaitu masih banyak anak yang belum mampu mencapai kemampuan kognitif, dan masih ada beberapa anak yang masih kesulitan dalam meronce. Hal ini disebabkan karena adanya penyebab yang mengakibatkan kondisi awal kemampuan kognitif anak kurang maksimal adalah proses belajar yang menjenuhkan. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana penerapan bermain meronce dalam meningkatkan kognitif pada anak Kelompok A TK PKK Bunga Samudera Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban pada tahun pelajaran 2016/2017. Sedangakan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan bermain meronce dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok A TK PKK Bunga Samudera.
Subyek penelitian ini adalah anak Kelompok A TK PKK Bunga Samudera Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah anak sebanyak 25 anak. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi, metode penugasan dan metode dokumentasi.
Kemampuan kognitif anak setelah diberikan kegiatan meronce mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan dalam setiap siklusnya. Anak dapat meronce dengan baik, anak juga dapat membedakan bentuk geometri dan anak dapat mengklasifikasikan ukuran warna dan bentuk. Bagi guru dan penelitian selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui kegiatan meronce sesuai dengan (incaran) yang disarankan dan media gambar yang menarik.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan prosentase ketuntasan belajar, jika pada pra survey ketuntasan kelas hanya 44.00% atau 11 anak maka meningkat sampai akhir siklus I menjadi sebesar 76.00% anak yang dinyatakan tuntas, sedangkan yang 24.00% anak dinyatakan belum tuntas. Dan sampai akhir penelitian yaitu siklus II meningkat hingga mencapai 88.00% anak telah mampu secara baik atau tuntas belajar. Sedangkan yang 12.00% anak belum mampu mengelompokkan benda dan membentuk pola secara tepat dan mandiri.
No other version available