Skripsi Ilmu Perikanan
PENERAPAN METODE SUGESTI IMAJINASI DENGAN MEDIA FILM PENDEK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA KELAS VII SMPN 5 TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Sidiq, Akhmad (2017) :Penerapam Metode Sugesti Imajinasi dengan Media Film Pendek dalam Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi Siswa Kelas VII SMPN 5 TUBAN Tahun Pelajaran 2016/2017
Pembimbing :1. Dr. Moh, Mu?minin., M.Pd.
2. Suantoko., S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci :Metode Sugesti Imajinasi, Film Pendek, Menulis Cerita Fantasi
Terdapat empat kemampuan berbahasa yang wajib dikuasai oleh siswa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dikatakan seperti itu, karena menulis adalah hasil mengorganisasikan ide atau gagasan dari proses yang mendengarkan, membaca, menulis, melihat dan merasakan. Kemampuan menulis ini sangat penting bagi siswa terutama siswa SMP atau sederajat. Keterampilan menulis cerita fantasi dapat ditingkatkan melalui kegiatan menulis cerita fantasi secara terus menerus sehingga akan mempengaruhi hasil dan prestasi siswa dalam menulis cerita fantasi
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode sugesti imajinasi dengan media film pendek dalam pembelajaran menulis cerita fantasi pada siwa kelas VII SMPN 5 Tuban tahun pelajarann 2016/2017. Metode pembelajaran ini memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran, selain agar proses belajar mengajar tidak membosankan, peserta didik juga akan semakin mudah mencerna materi yang diberikan.
Melalui metode sugesti imajinasi dapat mengoptimalkan belahan otak sebelah kanan sehingga siswa dapat mengembangkan imajinasinya secara leluas Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, perlu adanya pembatas masalah agar pembahasan lebih fokus. Dalam hal ini, permasalahan dibatasi sebagai berikut:
1. Skenario pembelajaran menulis cerita fantasi melalui penerapan metode sugesti imajinasi dengan media film pendek pada siswa kelas VII SMPN 5 Tuban tahun pelajaran 2016/2017.
2. Kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis cerita fantasi melalui penerapan metode sugesti imajinasi dengan media film pendek pada siswa kelas VII SMPN 5 Tuban tahun pelajaran 2016/2017.
3. Cara mengatasi kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis cerita fantasi melalui penerapan metode sugesti imajinasi dengan media film pendek pada siswa kelas VII SMPN 5 Tuban tahun pelajaran 2016/2017.
4. Hasil pembelajaran menulis cerita fantasi melalui penerapan metode sugesti imajinasi dengan media film pendek pada siswa kelas VII SMPN 5 Tuban tahun pelajaran 2016/2017.
Pada prinsipnya metode ini digunakan dengan cara memberikn sugesti untuk merangsang daya imajinasi siswa.
Media pembelajaran secara umum merupakan alat bantu proses belajar. mengajar..Pada hakekatnya media film pendek adalah media ekspresi diri kaum muda yang penuh idealisme dan kreativitas, untuk menangkap fenomena kehidupan yang layak didokumentasikan dan diungkapkan. Film pendek ini menjadi media pembelajaran para pelajar untuk pendewasaan dirinya, dan membangun kepribadian yang peka, aktif, produktif dan kreatif.
xi
Peneliti menentukan sampel penelitian ini difokuskan pada siswa kelas VII B SMPN 5 TUBAN yang siswanya berjumlah 36, yang terdiri dari 18 siswa putra, 18 siswa putri. Dan kelas VII C SMPN 5 TUBAN yang siswanya berjumlah 36, yang terdiri dari 18 siswa putra, 18 siswa putri. Hasil pembelajaran melalui penerapan metode sugesti imajinsi dengan media film pendek pada siswa kelas VII SMPN 5 TUBAN Tahun Pelajaran 2016/2017 ini sangat baik dan memuaskan dan siwa sudah mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik, hal ini di buktikan dengan perolehan skor yang masuk dalam kategori baik. Dengan rincian keseluruhan siswa kelas VII B memperoleh hasil sebesar 78,00. Sedangkan siswa kelas VII C 72,78. hasil tersebut juga masuk dalam kategori baik.
Hasil belajar siswa pada penilitian ini melalui penerapan metode sugesti imajinasi dengan media film pendek dalam pembelajaran menulis cerita fantasi siswa kelas VII di SMPN 5 TUBAN Tahun Pelajaran 2016/2017 dikategorikan baik karena perolehan nilai siswa yang hasilnya baik dan memuaskan. Hasil pembelajaran ini ditentukan dari saat proses pembelajaran itu sendiri, yang melibatkan guru dan siswa. Proses pembelajaran itu dinyatakan berhasil apabila siswa memahami materi yang disampaikan oleh guru.
No other version available